Kapolri Perkuat Sinergi dengan 27 Ribu Pecalang dan Komunitas Ojol Demi Jaga Bali Tetap Aman

0
IMG-20260718-WA0031

BADUNG – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat melalui kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama pecalang dan komunitas ojek online (ojol) di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Cafe B-Lounge, Kabupaten Badung, ini menjadi forum dialog terbuka antara Polri dengan perwakilan pecalang dan pengemudi ojol guna menyerap berbagai aspirasi terkait keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik di Pulau Dewata.

Kapolri menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sebagai mitra strategis menjaga keamanan dan ketertiban.

Dalam dialog tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari meningkatnya potensi tindak kriminal di kawasan wisata seperti jalur Bypass dan Canggu pada malam hari, hingga persoalan mekanisme parkir bagi pengemudi ojek online yang diharapkan dapat memperoleh sistem pembayaran atau penggantian biaya melalui aplikasi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri meminta Kapolda Bali segera memimpin pembahasan bersama seluruh pihak terkait agar diperoleh solusi yang memberikan kepastian bagi semua pihak.

“Terkait permasalahan parkir, saya meminta Kapolda memimpin pembahasan untuk mencapai kesepakatan. Mekanismenya perlu diresmikan agar tidak menimbulkan persoalan,” tegas Kapolri.

Kapolri juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 sebagai saluran pelaporan cepat apabila menemukan tindak kriminal maupun situasi darurat sehingga petugas dapat memberikan respons secara cepat dan tepat.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan bahwa pecalang dan komunitas ojek online merupakan bagian dari “Sabuk Kamtibmas”, yakni mitra strategis Polri yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan melalui pendekatan partisipatif.

Di Bali sendiri, terdapat lebih dari 27 ribu personel pecalang yang tersebar di berbagai desa adat. Keberadaan mereka dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketertiban masyarakat berbasis kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Kapolri, sinergi antara Polri dan pecalang telah terbukti mampu menjaga keamanan berbagai kegiatan adat, keagamaan, hingga agenda internasional yang diselenggarakan di Bali.

Sementara itu, komunitas ojek online juga dinilai memiliki peran strategis karena memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Kapolri mengajak seluruh pengemudi ojol untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan aparat kepolisian serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, Kapolri juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus menjaga semangat gotong royong, toleransi, kebersihan, serta keramahan yang selama ini menjadi identitas Pulau Dewata di mata dunia.

Menurutnya, keamanan yang terjaga akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, dan perekonomian daerah yang menjadi tumpuan kesejahteraan masyarakat Bali.

Melalui penguatan kolaborasi antara Polri, pecalang, komunitas ojek online, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bali dapat terus terpelihara secara optimal.

Silaturahmi Sabuk Kamtibmas menjadi salah satu implementasi konsep community policing yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, damai, dan kondusif demi mendukung Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *