TNI AL Kirim 37 Prajurit Korps Marinir ke RIMPAC 2026 di Hawaii, Perkuat Interoperabilitas dan Diplomasi Pertahanan
HAWAII – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama maritim internasional dengan mengirimkan 37 prajurit terbaik Korps Marinir untuk mengikuti latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Hawaii, Amerika Serikat. Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas, profesionalisme prajurit, serta mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 2 Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Oni Junianto bersama Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza. Kehadiran delegasi tersebut sekaligus mewakili Panglima Korps Marinir dalam rangka menghadiri sejumlah agenda strategis selama pelaksanaan latihan maritim terbesar di dunia tersebut.
RIMPAC 2026 Diikuti 30 Negara
RIMPAC 2026 merupakan penyelenggaraan ke-30 latihan maritim multilateral yang berlangsung di sekitar Kepulauan Hawaii sejak 24 Juni hingga 31 Juli 2026.
Latihan tahun ini melibatkan 30 negara dengan kekuatan sekitar 30 kapal perang permukaan, lima kapal selam, 15 pasukan darat nasional, lebih dari 190 pesawat, serta lebih dari 30.000 personel militer.
Mengusung tema “Partners: Integrated and Prepared”, RIMPAC menitikberatkan pada peningkatan interoperabilitas, kesiapsiagaan kolektif, serta penguatan kerja sama dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang aman, bebas, dan terbuka.
Korps Marinir TNI AL Tampilkan Kemampuan Terbaik
Indonesia mengirimkan 37 prajurit Korps Marinir yang berasal dari Detasemen Jalamangkara, Marinir Jakarta, Marinir Surabaya, dan Marinir Sorong.
Kontingen dipimpin Letnan Kolonel Marinir Huda Prawira Soemarto dan Letnan Kolonel Marinir Eko Triyatmono. Sebelum diberangkatkan, seluruh personel menjalani berbagai tahapan latihan intensif, termasuk latihan menembak, mobilitas udara, serta peningkatan kemampuan tempur sesuai standar operasi multinasional.
Selama latihan, prajurit Indonesia mengikuti berbagai skenario operasi, mulai dari operasi amfibi, latihan tembak, perang anti-kapal selam, pertahanan udara, hingga operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.
Kemampuan bertahan hidup di hutan tropis yang dimiliki prajurit Korps Marinir Indonesia mendapat perhatian khusus dari peserta internasional karena dinilai menjadi keunggulan yang sangat berguna dalam berbagai operasi militer di kawasan tropis.
Perkuat Diplomasi Pertahanan
Selain mengikuti latihan lapangan, delegasi Indonesia juga menghadiri berbagai pengarahan operasional, diskusi strategis, serta pertemuan dengan para pimpinan militer negara peserta.
Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta membuka peluang kerja sama pertahanan yang lebih luas di masa mendatang.
Keikutsertaan Indonesia dalam RIMPAC juga menjadi implementasi dari upaya memperkuat hubungan pertahanan dengan berbagai negara mitra, termasuk Amerika Serikat, melalui peningkatan interoperabilitas dan pertukaran pengalaman profesional antarprajurit.
Tingkatkan Profesionalisme Prajurit
Partisipasi dalam latihan multinasional memberikan kesempatan bagi prajurit TNI AL untuk mempelajari teknologi, prosedur operasi, serta taktik terbaru yang digunakan berbagai angkatan laut dunia.
Pengalaman tersebut diharapkan semakin meningkatkan kemampuan personel Korps Marinir dalam menghadapi berbagai tantangan operasi modern, baik operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
Melalui RIMPAC 2026, Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai negara maritim yang aktif berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo-Pasifik. Latihan ini bukan hanya menjadi ajang meningkatkan kemampuan tempur prajurit, tetapi juga memperkuat persahabatan, kepercayaan, dan kerja sama internasional demi terciptanya keamanan maritim global yang berkelanjutan.
