Mentan Amran Pastikan Pangan Korban Gempa NTT Aman, Stok Beras Disebut Cukup hingga Setahun

0
1787258385566

JAMBI, RIZKAN — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Bahkan, stok beras yang tersedia di wilayah tersebut disebut mampu menopang kebutuhan para pengungsi hingga satu tahun ke depan.

Kepastian itu disampaikan Mentan Amran saat meninjau langsung penanganan masyarakat terdampak bencana di NTT, Rabu (19/8/2026).

Mentan Amran meminta masyarakat tidak khawatir mengenai ketersediaan pangan. Pemerintah memastikan beras dapat segera dikirim ketika dibutuhkan tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” tegas Mentan Amran.

Stok Beras NTT Disebut Sangat Mencukupi

Amran menyebut stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, sementara stok beras yang tersedia di NTT sekitar 39 ribu ton.

Berdasarkan perhitungan pemerintah, jumlah pengungsi akibat gempa mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan beras sekitar 300 ton per bulan. Dengan stok yang tersedia, kebutuhan pangan masyarakat terdampak dinilai sangat mencukupi.

“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” jelasnya.

Menurut Amran, kepastian pasokan pangan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kekurangan pangan.

“Jadi tenang Bapak-Ibu, kami diperintah Bapak Presiden turun untuk melihat langsung,” ujarnya.

Siapkan Ribuan Ton Beras dan Bantuan Kemanusiaan

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus untuk Kabupaten Manggarai.

Secara keseluruhan, bantuan beras untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT mencapai 5.386 ton. Bantuan tersebut terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler dengan nilai sekitar Rp75,4 miliar.

Amran meminta pemerintah daerah tidak ragu mengajukan kebutuhan pangan masyarakat. Gudang pangan juga akan dibuka selama 24 jam agar distribusi dapat dilakukan secepat mungkin.

“Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, 24 jam kami buka gudang. Yang Bapak minta untuk 59 ribu, saya penuhi sampai tiga bulan ke depan. Kalau nanti belum cukup, tambah. Jadi tidak ada alasan,” tegas Amran.

Selain beras, pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa minyak goreng, gula, dan mi instan. Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak, dengan 10 truk di antaranya diarahkan ke lokasi yang dikunjungi Mentan.

Bantuan Tidak Berhenti pada Pangan

Mentan Amran menegaskan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan selama masa darurat. Kementerian Pertanian juga menyiapkan langkah pemulihan agar masyarakat terdampak dapat kembali berproduksi.

Pemerintah akan membantu memperbaiki sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak, menyediakan benih gratis, serta menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran.

Tanaman perkebunan yang rusak akibat bencana, termasuk kopi, kakao, dan kelapa, juga akan mendapatkan perhatian. Pemerintah menyiapkan penggantian tanaman agar masyarakat dapat kembali memperoleh sumber penghasilan.

“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya.

Amran juga meminta jajaran pemerintah mempercepat pelayanan bagi masyarakat dengan memangkas prosedur yang dianggap tidak diperlukan.

Pengajuan bantuan bagi petani dapat disampaikan melalui pemerintah daerah maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden. Jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan,” tegasnya.

Pemerintah memastikan bantuan pangan dan pemulihan sektor pertanian akan terus dilakukan hingga kondisi masyarakat terdampak kembali normal.

“Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” pungkas Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *