Sekolah Rakyat Terus Bergerak, Mensos Dorong Kemandirian Orang Tua dan Siapkan Masa Depan 45 Ribu Siswa

0
IMG-20260719-WA0045

PASURUAN — Program Sekolah Rakyat terus dikembangkan pemerintah sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono terus memastikan kesiapan pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.

Pada Jumat (17/7/2026), Gus Ipul memimpin kegiatan Open House di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, siswa, orang tua, dan berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengajak orang tua siswa tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga mengikuti berbagai program pemberdayaan agar mampu membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Ajakan tersebut kemudian diwujudkan melalui ikrar yang diikuti secara bersama-sama oleh para orang tua siswa.

“Saya, orang tua Siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos,” demikian ikrar yang disampaikan para orang tua.

Pendidikan Gratis Diiringi Pemberdayaan Keluarga

Konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga sehingga orang tua memiliki kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena pendidikan anak dan kondisi ekonomi keluarga memiliki hubungan yang erat.

Dengan meningkatkan kapasitas ekonomi orang tua, pemerintah berharap keluarga penerima manfaat dapat secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Program pemberdayaan diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan secara mandiri.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi ruang pendidikan bagi anak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk memutus rantai kemiskinan.

Infrastruktur Sekolah Rakyat Terus Dikebut

Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan pendidikan, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan dan penyediaan fasilitas Sekolah Rakyat.

Saat ini, sebanyak 19 titik Sekolah Rakyat disebut telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen.

Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah. Menjelang akhir Juli 2026, sekitar 60 lokasi Sekolah Rakyat ditargetkan telah siap digunakan, termasuk Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kota Pasuruan yang progres pembangunannya telah mencapai lebih dari 95 persen.

Fasilitas yang disiapkan juga tidak terbatas pada ruang kelas.

Sejumlah sarana pendukung seperti lapangan basket, lapangan sepak bola, dan lintasan lari turut disediakan untuk menunjang perkembangan siswa secara menyeluruh.

Kehadiran fasilitas olahraga tersebut diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter, kesehatan fisik, kemampuan bekerja sama, serta pengembangan prestasi nonakademik para siswa.

Namun, pemerintah masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan sejumlah sumber daya manusia operasional, termasuk tenaga keamanan dan kebersihan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan seluruh fasilitas Sekolah Rakyat dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.

Jumlah Siswa Ditargetkan Meningkat

Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat juga terus meningkat.

Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah siswa yang diperkirakan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat mencapai sekitar 45.000 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 15.000 siswa sebelumnya.

Pemerintah bahkan menargetkan kapasitas Sekolah Rakyat dapat berkembang hingga menampung lebih dari 100.000 siswa pada 2027.

Peningkatan kapasitas tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Namun, pertumbuhan jumlah siswa juga harus diiringi dengan kesiapan tenaga pendidik, fasilitas pembelajaran, asrama, layanan kesehatan, serta sistem pendukung lainnya.

Kualitas pendidikan tetap menjadi faktor utama agar perluasan program tidak hanya menghasilkan peningkatan jumlah peserta didik, tetapi juga memberikan hasil pendidikan yang benar-benar berkualitas.

Lulusan Dipersiapkan untuk Kuliah atau Dunia Kerja

Pemerintah juga mulai menyiapkan masa depan para lulusan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menegaskan bahwa lulusan SMA Sekolah Rakyat nantinya akan memiliki dua jalur utama untuk melanjutkan masa depan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.

Untuk mendukung pilihan tersebut, pemerintah akan melakukan pemetaan bakat atau talent mapping terhadap para siswa.

Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi, minat, dan kemampuan masing-masing siswa sehingga mereka dapat memperoleh jalur pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai.

Pemerintah juga berencana menggandeng BUMN dan perusahaan swasta untuk membuka peluang kerja bagi lulusan Sekolah Rakyat yang memilih memasuki dunia profesional.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya memastikan pendidikan yang diterima siswa memiliki kesinambungan dengan kehidupan mereka setelah lulus.

Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti sebagai program pendidikan, tetapi menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Dengan mengintegrasikan pendidikan, pemberdayaan keluarga, pengembangan bakat, dan persiapan dunia kerja, program ini diarahkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh proses berjalan dengan kualitas yang konsisten, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kualitas tenaga pendidik dan keberlanjutan pemberdayaan keluarga.

Jika dijalankan secara terukur dan berkelanjutan, Sekolah Rakyat berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Program ini juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya memberikan akses pendidikan. Anak-anak juga membutuhkan lingkungan yang mendukung, keluarga yang semakin mandiri, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan memperoleh pekerjaan yang layak.

Pada akhirnya, keberhasilan Sekolah Rakyat akan diukur bukan hanya dari berapa banyak siswa yang diterima, tetapi dari seberapa banyak generasi muda yang berhasil tumbuh menjadi manusia berpendidikan, mandiri, terampil, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *