BKSAP DPR RI Gelar BKSAP Day di Depok, Perkuat Diplomasi Daerah dan Jajaki Sister City dengan Belanda
DEPOK – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menggelar BKSAP Day di Kota Depok, Jawa Barat, sebagai upaya memperkuat diplomasi parlemen yang berdampak langsung terhadap pembangunan daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 15–17 Juli 2026 ini juga membuka peluang kerja sama sister city antara Kota Depok dan sejumlah kota di Belanda melalui penguatan warisan sejarah kawasan Depok Lama.
Mengusung tema “Peran Diplomasi Parlemen untuk Pembangunan Kota Depok: Sinergi dan Kolaborasi”, forum tersebut menghadirkan anggota DPR RI, Pemerintah Kota Depok, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk membahas strategi memperluas jejaring internasional bagi daerah.
Depok Dinilai Memiliki Nilai Historis yang Kuat
Wakil Ketua BKSAP DPR RI Husein Fadlulloh mengatakan Kota Depok memiliki nilai sejarah yang dapat menjadi modal penting dalam membangun hubungan diplomatik dengan Belanda.
Menurutnya, keberadaan keturunan Belanda yang masih mempertahankan budaya dan tradisi di kawasan Depok Lama menjadi potensi diplomasi budaya yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional, termasuk program sister city.
Ia menyebut hingga kini terdapat 12 marga keturunan Belanda yang masih dikenal, yakni Bacas, Isakh, Jonathans, Jacob, Joseph, Loen, Laurens, Leander, Tholense, Soedira, Samuel, dan Zadokh.
Kawasan Heritage Depok Lama Jadi Daya Tarik
Depok Lama merupakan kawasan bersejarah yang memiliki akar sejak masa kolonial ketika Cornelis Chastelein membeli wilayah tersebut pada tahun 1696 dan mengembangkan permukiman yang kemudian dikenal sebagai Depok Lama.
Di kawasan tersebut masih berdiri sejumlah bangunan bersejarah, termasuk gereja yang dibangun sekitar tahun 1845.
Pemerintah Kota Depok juga telah menetapkan Jalan Pemuda beserta kawasan sekitarnya sebagai kawasan heritage yang terus dikembangkan sebagai destinasi sejarah, budaya, dan wisata edukasi.
Festival Heritage Depok Lama 2026 yang digelar sebelumnya menjadi salah satu langkah revitalisasi kawasan agar memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga warisan sejarah.
Dorong Diplomasi Ekonomi Daerah
Selain diplomasi budaya, BKSAP juga mendorong Pemerintah Kota Depok memperkuat diplomasi ekonomi melalui pengembangan produk unggulan daerah.
Anggota BKSAP DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai produk khas seperti Belimbing Depok memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam berbagai forum internasional sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XIII Anisah Syakur menyebut BKSAP Day menjadi langkah strategis karena menghadirkan diplomasi parlemen lebih dekat kepada pemerintah daerah sehingga peluang kerja sama internasional dapat dimanfaatkan secara optimal.
Perkuat Posisi Depok di Tingkat Internasional
Melalui BKSAP Day, DPR RI berharap Pemerintah Kota Depok dapat memperluas jaringan kerja sama luar negeri, termasuk penjajakan program sister city dengan kota-kota di Belanda yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Depok.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pelestarian kawasan Heritage Depok Lama sekaligus membuka peluang investasi, pengembangan pariwisata, pertukaran budaya, pendidikan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat.
Dengan memadukan diplomasi parlemen, pelestarian sejarah, dan pembangunan ekonomi, Kota Depok diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang mampu memanfaatkan warisan sejarah sebagai kekuatan diplomasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional.
