Dua Wisatawan Asal Tiongkok Ditemukan Meninggal di Perairan Pulau Kelor, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi

0
IMG-20260719-WA0044

LABUAN BAJO — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua wisatawan asal Tiongkok yang dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Kelor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/7/2026).

Kedua wisatawan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian secara intensif selama kurang lebih dua hari.

Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Labuan Bajo, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo, serta P3KOM. Tim gabungan mengerahkan personel dan penyelam untuk menyisir kawasan perairan yang menjadi lokasi kejadian.

Informasi awal mengenai kecelakaan tersebut diterima Lanal Labuan Bajo. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel bersama tim penyelam segera bergabung dengan Pos SAR Labuan Bajo dan P3KOM dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Operasi penyelaman dipimpin Letnan Laut (S) Y. Lamek K. selaku Danunit Intel Lanal Labuan Bajo. Sebelum melakukan penyelaman, tim terlebih dahulu melaksanakan briefing, pemeriksaan peralatan, pemetaan lokasi, serta menganalisis kondisi arus laut.

Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan titik pencarian yang dinilai paling efektif sekaligus memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Korban Ditemukan dalam Operasi Penyelaman

Pada tahap awal pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan salah satu korban.

Korban kemudian segera dievakuasi dan mendapatkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Tim kemudian melanjutkan pencarian terhadap korban kedua yang sebelumnya masih dinyatakan hilang.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Tim penyelam berhasil menemukan korban kedua di kedalaman sekitar 23 meter dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi dilakukan dengan mengikuti prosedur keselamatan penyelaman. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan para penyelam sekaligus memastikan proses pengangkatan korban berlangsung dengan aman.

Seluruh korban kemudian dibawa menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) SAR menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk selanjutnya menjalani proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Setelah kedua korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.

Identitas kedua wisatawan asal Tiongkok tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Keselamatan Wisata Bahari Harus Menjadi Prioritas

Perairan Pulau Kelor merupakan salah satu kawasan wisata yang berada di sekitar Taman Nasional Komodo dan dikenal memiliki panorama laut serta keindahan bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan.

Namun, seperti kawasan wisata bahari lainnya, aktivitas di perairan tersebut juga memiliki potensi risiko keselamatan.

Kondisi arus laut, perubahan cuaca, serta karakteristik dan topografi bawah laut dapat menjadi tantangan bagi wisatawan, khususnya mereka yang belum memiliki pengalaman memadai dalam melakukan aktivitas di laut.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi wisatawan untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan ketika melakukan aktivitas wisata bahari.

Penggunaan peralatan keselamatan yang sesuai, mengikuti arahan pemandu berpengalaman, serta memahami kondisi perairan sebelum melakukan aktivitas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Wisatawan juga diharapkan tidak mengabaikan peringatan atau larangan yang diberikan oleh pengelola kawasan dan petugas keselamatan.

Sinergi SAR dan TNI AL dalam Operasi Kemanusiaan

Keberhasilan operasi pencarian dan evakuasi tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara berbagai unsur yang terlibat.

Lanal Labuan Bajo bersama Basarnas dan P3KOM menunjukkan sinergi dalam menjalankan operasi kemanusiaan di wilayah perairan dengan kondisi geografis yang menantang.

Keterlibatan TNI Angkatan Laut menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam memberikan respons terhadap berbagai situasi darurat di laut, termasuk operasi pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat maupun wisatawan.

Kesiapsiagaan personel, kemampuan penyelaman, koordinasi lintas instansi, serta penggunaan peralatan yang sesuai menjadi faktor penting dalam pelaksanaan operasi tersebut.

Kerja sama antara TNI AL, Basarnas, dan unsur terkait diharapkan terus diperkuat untuk memastikan respons terhadap kejadian darurat di wilayah perairan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Peristiwa tenggelamnya dua wisatawan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa perkembangan sektor pariwisata bahari harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem keselamatan.

Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia terus menarik wisatawan dari berbagai negara. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian integral dari pengelolaan destinasi wisata, terutama untuk aktivitas yang memiliki risiko tinggi seperti penyelaman dan wisata laut.

Masyarakat dan wisatawan yang melakukan aktivitas di kawasan perairan Labuan Bajo dan sekitarnya diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengikuti arahan petugas dan pemandu wisata.

Kehadiran dan kesiapsiagaan Tim SAR Gabungan menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan wisatawan. Namun, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan tetap menjadi langkah pertama dan utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *