Satgas Tertibkan PETI di Geopark Merangin Jelang Revalidasi UNESCO 3 Agustus 2026

0
IMG-20260721-WA0024

MERANGIN — Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kabupaten Merangin menggelar operasi penertiban aktivitas pertambangan ilegal di kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin, Senin (20/7/2026). Penertiban dilakukan menjelang proses revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus 2026.

Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk memastikan kawasan Geopark Merangin tetap terlindungi dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan status geopark yang telah diakui UNESCO.

Operasi diawali apel siaga di halaman Rumah Dinas Bupati Merangin yang dipimpin Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan. Sekitar 250 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut, melibatkan unsur Polri, TNI, Satpol PP, Pemerintah Kabupaten Merangin, serta sejumlah instansi terkait.

AKP Edi Bernawan menegaskan bahwa penertiban merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan Geopark Merangin sekaligus memastikan aktivitas pertambangan ilegal tidak kembali berkembang di wilayah yang memiliki nilai geologi dan sejarah penting tersebut.

Tiga Tim Sisir Sejumlah Titik Rawan PETI

Setelah apel siaga, personel gabungan dibagi menjadi tiga tim untuk menyisir sejumlah lokasi yang berada di kawasan geopark.

Tim pertama bergerak menuju kawasan Teluk Wang Sakti di Desa Biuku Tanjung. Tim kedua menyisir kawasan Mengkaring di Desa Merkeh. Sementara tim ketiga melakukan pemeriksaan di kawasan Geopark Desa Air Batu.

Pembagian personel menjadi tiga tim dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi sekaligus memastikan titik-titik yang diduga pernah digunakan untuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin dapat diperiksa secara menyeluruh.

Hasil operasi hingga sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan petugas menemukan tiga titik bekas aktivitas PETI. Di lokasi tersebut tidak ditemukan kegiatan penambangan yang sedang berlangsung. Namun, petugas menemukan sejumlah box atau peralatan bekas aktivitas pertambangan.

Peralatan yang ditemukan kemudian dimusnahkan untuk mencegah kemungkinan digunakan kembali. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar aktivitas PETI tidak kembali muncul di kawasan geopark.

Jaga Geopark Merangin Menjelang Revalidasi UNESCO

Rangkaian operasi ditutup dengan apel konsolidasi. Seluruh kegiatan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, dan instansi terkait menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan Geopark Merangin dari ancaman aktivitas pertambangan ilegal.

Kawasan Geopark Merangin memiliki kekayaan geologi yang menjadi salah satu daya tarik utama wilayah tersebut. Keberadaan formasi batuan berusia ratusan juta tahun serta nilai ilmiah dan sejarah yang dimilikinya menjadikan kawasan ini memiliki arti penting, bukan hanya bagi masyarakat Merangin dan Jambi, tetapi juga bagi dunia internasional.

Status UNESCO Global Geopark sekaligus membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk memastikan kelestarian kawasan tetap terjaga. Aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi secara serius.

Menjelang proses revalidasi UNESCO pada 3 Agustus 2026, penertiban PETI menjadi bagian dari langkah menjaga integritas kawasan geopark. Konsistensi pengawasan dan penegakan hukum diperlukan agar kawasan yang memiliki nilai geologi tersebut tidak kembali terancam oleh aktivitas pertambangan ilegal.

Ke depan, operasi penertiban diharapkan dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum juga perlu memperkuat pengawasan serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan aktivitas PETI.

Menjaga Geopark Merangin bukan hanya tentang mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga melindungi warisan alam yang dapat menjadi sumber pendidikan, penelitian, pariwisata, dan penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan pengawasan yang konsisten, penegakan hukum yang tegas, serta keterlibatan masyarakat, Geopark Merangin diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai kawasan yang lestari dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *