Polda Jambi Ajak Masyarakat Tolak Genk Motor, Wujudkan Jambi Aman dan Kondusif
JAMBI – Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menolak segala bentuk aktivitas geng motor, balap liar, tawuran, maupun aksi kriminal jalanan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ajakan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan Provinsi Jambi yang aman, nyaman, dan kondusif melalui sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat.
Fenomena geng motor dinilai tidak lagi sekadar kenakalan remaja, tetapi telah berkembang menjadi persoalan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. Berdasarkan data Polda Jambi, selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 11 kasus yang melibatkan geng motor, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka ringan.
Sementara itu, di Kota Jambi teridentifikasi sebanyak 116 kelompok geng motor yang tersebar di 17 titik, sehingga memerlukan penanganan secara terpadu melalui langkah preventif, edukatif, dan penegakan hukum.
Deklarasi Bersama Berantas Geng Motor
Sebagai langkah nyata, Polda Jambi menggelar Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Geng Motor yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, komunitas otomotif, influencer, hingga perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Rapat tersebut menghasilkan deklarasi bersama pemberantasan geng motor di Provinsi Jambi sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam menjaga keamanan daerah.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa penanggulangan geng motor tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan pembinaan karakter, edukasi, rehabilitasi, serta keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.
Peran Keluarga dan Masyarakat Sangat Penting
Gubernur Jambi Al Haris turut mendukung upaya pembinaan dengan menawarkan program Sekolah Rakyat bagi anggota geng motor sebagai sarana pendidikan dan pembentukan karakter.
Menurut data yang disampaikan dalam forum tersebut, sekitar 24,5 persen remaja di Provinsi Jambi mengalami kekurangan figur orang tua. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja sehingga diperlukan perhatian bersama dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Polda Jambi mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam geng motor, menolak balap liar, menghindari tawuran, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif seperti olahraga, pendidikan, seni, maupun aktivitas sosial.
Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan Jambi dapat menjadi daerah yang semakin aman, tertib, dan bebas dari aksi geng motor, sehingga generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, disiplin, serta taat hukum.
