PM St. Kitts dan Nevis Hadiri KTT CARICOM ke-51 di St. Lucia, Bahas Ketahanan Ekonomi dan Keamanan Regional
RIZKAN – Perdana Menteri St. Kitts dan Nevis, Dr. Terrance Drew, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-51 Komunitas Karibia (CARICOM) yang berlangsung di St. Lucia. Pertemuan para kepala pemerintahan negara-negara Karibia tersebut menjadi forum penting untuk membahas berbagai tantangan kawasan, mulai dari ketahanan ekonomi, keamanan regional, hingga ketahanan pangan.
KTT CARICOM tahun ini mempertemukan para pemimpin negara anggota guna memperkuat kerja sama regional di tengah meningkatnya tantangan global, seperti perlambatan ekonomi dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok, serta dinamika geopolitik internasional yang berdampak terhadap kawasan Karibia.
CARICOM merupakan organisasi regional yang dibentuk melalui Perjanjian Chaguaramas pada 4 Juli 1973 dan mulai berlaku pada 1 Agustus 1973. Organisasi ini menggantikan Caribbean Free Trade Association (CARIFTA) sebagai wadah integrasi ekonomi dan politik negara-negara Karibia.
Saat ini, CARICOM beranggotakan 15 negara yang bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, pembangunan ekonomi, keamanan, pendidikan, kesehatan, hingga koordinasi kebijakan luar negeri. Organisasi tersebut juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui integrasi ekonomi regional dan penguatan daya saing kawasan.
Keikutsertaan Perdana Menteri Dr. Terrance Drew dalam KTT tersebut mencerminkan komitmen St. Kitts dan Nevis untuk terus mendukung kerja sama regional dalam menghadapi tantangan bersama. Pemerintah negara itu menilai kolaborasi antaranggota menjadi kunci dalam membangun kawasan Karibia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain isu ekonomi, para pemimpin CARICOM juga membahas strategi peningkatan ketahanan pangan melalui penguatan sektor pertanian, diversifikasi sumber pangan, serta peningkatan investasi di bidang produksi dan distribusi pangan regional.
Keamanan kawasan turut menjadi agenda utama mengingat meningkatnya ancaman kejahatan lintas negara, penyelundupan, perdagangan narkotika, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan negara-negara kepulauan di Karibia.
Melalui KTT ke-51 ini, negara-negara anggota diharapkan dapat menghasilkan berbagai kebijakan dan langkah konkret untuk memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan ketahanan pangan, mempererat kerja sama keamanan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Karibia pada masa mendatang.
