Vietnam Siap Pertahankan Gelar ASEAN Hyundai Cup 2026, Kim Sang-sik Bawa The Golden Star Warriors ke Chonburi
Tim nasional Vietnam bersiap memulai perjuangan mempertahankan gelar ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan menghadapi Timor-Leste di Chonburi, Thailand, Jumat (24/7/2026). Sebagai juara bertahan, The Golden Star Warriors membawa ambisi besar untuk mencatat sejarah dengan menjadi juara secara beruntun untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Vietnam datang ke edisi ke-30 kompetisi regional ini dengan status sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara. Dua tahun sebelumnya, mereka berhasil merebut gelar ASEAN Championship 2024 dan kini kembali mengincar trofi untuk keempat kalinya setelah sebelumnya menjadi juara pada 2008 dan 2018. Namun, tantangan mempertahankan gelar tidak akan mudah karena Vietnam belum pernah berhasil mempertahankan trofi secara berturut-turut.
Skuad Vietnam berada di Grup A bersama Indonesia, Singapura, Kamboja, dan Timor-Leste. Pertandingan pembuka melawan Timor-Leste akan berlangsung di Chonburi, Thailand, dan menjadi kesempatan bagi tim asuhan Kim Sang-sik untuk mengawali perjalanan dengan hasil positif. Grup ini diperkirakan menghadirkan persaingan ketat karena Indonesia dan Singapura juga merupakan negara yang telah lolos ke Piala Asia 2027.
Kim Sang-sik menjadi sosok penting dalam upaya Vietnam mempertahankan mahkota sepak bola Asia Tenggara. Pelatih asal Korea Selatan tersebut kembali mengandalkan sejumlah pemain yang menjadi bagian penting dari kesuksesan Vietnam pada edisi sebelumnya, termasuk kapten Nguyễn Quang Hải. Pengalaman dan kepemimpinan pemain senior akan menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan sebagai juara bertahan.
Salah satu pemain yang kembali menjadi perhatian adalah penyerang kelahiran Brasil, Nguyễn Xuân Son. Striker tersebut sebelumnya mencetak tujuh gol pada edisi terakhir dan kini telah kembali ke kondisi penuh setelah mengalami patah kaki dalam pertandingan final melawan Thailand pada 2024. Kehadirannya diharapkan kembali menjadi salah satu kekuatan utama Vietnam di lini depan.
Pertandingan melawan Timor-Leste menjadi ujian awal bagi Vietnam dalam misi mempertahankan gelar. Timor-Leste sendiri berhasil memastikan tempat di putaran utama setelah melewati babak kualifikasi dengan kemenangan agregat 6-1 atas Brunei Darussalam. Kehadiran mereka menambah warna persaingan pada Grup A dan menjadi tantangan pertama bagi sang juara bertahan.
Berbeda dengan edisi sebelumnya, ASEAN Hyundai Cup 2026 juga menjadi perayaan 30 tahun kompetisi sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara. Turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai ASEAN Championship tersebut akan mempertemukan tim-tim terbaik kawasan dalam rangkaian pertandingan yang berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Sebanyak 28 pertandingan akan digelar dan disiarkan melalui berbagai jaringan televisi serta platform digital di kawasan.
Persaingan di grup lain juga diperkirakan berlangsung sengit. Thailand berada di Grup B bersama Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah kompetisi dengan tujuh gelar, Thailand akan berusaha merebut kembali trofi sekaligus memperpanjang rekor mereka.
Bagi Vietnam, target utama bukan sekadar memenangkan pertandingan pembuka, melainkan mengakhiri turnamen sebagai juara. Keberhasilan mempertahankan gelar akan menjadi pencapaian bersejarah karena belum pernah ada juara Vietnam yang mampu mengamankan trofi secara berturut-turut dalam kompetisi ini.
Perjalanan The Golden Star Warriors pun dimulai dengan tantangan baru. Di bawah arahan Kim Sang-sik, Vietnam akan berusaha memadukan pengalaman pemain senior, ketajaman lini depan, dan konsistensi permainan untuk menghadapi persaingan regional yang semakin kompetitif.
Dengan status juara bertahan, Vietnam menjadi salah satu tim yang paling mendapat perhatian pada ASEAN Hyundai Cup 2026. Pertandingan pembuka melawan Timor-Leste di Chonburi akan menjadi langkah pertama dalam upaya mereka mempertahankan mahkota dan sekaligus menciptakan sejarah baru sepak bola Asia Tenggara.
