MPLS Sekolah Rakyat 2026/2027 Resmi Dibuka, Mensos Tekankan Pendidikan Aman dan Ramah Anak

0
IMG-20260717-WA0085

Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Pembukaan berlangsung secara simbolis di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa.

Kedatangan Mensos dan Wamensos disambut dengan berbagai penampilan dari siswa-siswi Sekolah Rakyat Terapan 78 Kabupaten Sragen, mulai dari baris-berbaris hingga penampilan seni dan pencak silat dari para peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat harus menjadi kegiatan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Ia memastikan tidak boleh ada praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun tindakan yang dapat mencederai proses pengenalan lingkungan sekolah.

Arahan tersebut juga telah disampaikan kepada seluruh kepala sekolah Sekolah Rakyat dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Sosial. Menurut Gus Ipul, suasana yang aman dan nyaman merupakan kunci agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama bagi mereka yang menjalani pendidikan dengan sistem asrama.

Gus Ipul meminta para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan memberikan pendampingan secara penuh kepada para siswa. Pendekatan yang humanis diperlukan karena sebagian siswa membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan baru, termasuk berpisah sementara dengan keluarga.

“Belajar dari tahun yang lalu banyak sekali tantangannya. Ada yang tidak betah, ada yang rindu orang tua, hadapi itu semua dengan baik. Mereka akan jadi anak-anak yang bisa mengikuti pembelajaran dengan baik,” ujar Gus Ipul.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sekitar 28.478 siswa baru bergabung dalam program Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA yang tersebar di berbagai lokasi Sekolah Rakyat di Indonesia.

Mensos menjelaskan bahwa penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme pendaftaran umum. Pemerintah melakukan proses penjangkauan terhadap anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui pendamping sosial Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sebanyak 101 Sekolah Rakyat akan melaksanakan MPLS secara bertahap dalam empat gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 14 Juli 2026 di 19 Sekolah Rakyat permanen. Gelombang kedua dilaksanakan pada 31 Juli di 63 titik gedung permanen.

Selanjutnya, gelombang ketiga berlangsung pada 15 Agustus di delapan titik Sekolah Rakyat rintisan wilayah Jabodetabek, sementara gelombang keempat dilaksanakan pada 31 Agustus di 11 Sekolah Rakyat permanen.

Pelaksanaan MPLS bertahap dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas pendidikan dan asrama. Pemerintah memastikan tiga aspek utama terpenuhi, yakni kesiapan sarana prasarana, keamanan siswa, serta ketersediaan kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

Seluruh rangkaian MPLS menggunakan konsep ramah anak selama 19 hari dengan empat fase pembelajaran. Materi yang diberikan mencakup pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, literasi dan numerasi, kesehatan, perlindungan anak, literasi digital, kedisiplinan, serta pencegahan perilaku berisiko.

Selama lima hari awal, para siswa juga mendapatkan pendampingan dari taruna TNI dan Polri untuk membantu membentuk kedisiplinan, kemandirian, serta karakter positif dalam kehidupan sekolah berbasis asrama.

Selain pembinaan karakter, siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan layanan kesehatan gratis, asesmen psikologis, pemetaan potensi diri, serta pendampingan adaptasi kehidupan asrama agar proses pendidikan berjalan optimal.

Gus Ipul turut mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga dan merawat fasilitas Sekolah Rakyat permanen karena pembangunan sarana tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Maka itu rawat dengan baik karena itu dibangun dengan menggunakan uang rakyat. Dan itu adalah persembahan Presiden Prabowo untuk keluarga yang paling tidak mampu,” ujar Gus Ipul.

Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat juga menjadi momen dialog antara Mensos dengan para calon siswa. Saat ditanya mengenai kesiapan mengikuti pendidikan, para siswa menjawab dengan penuh semangat bahwa mereka siap menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Melalui sistem pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *