KSP Sambut Audiensi MUI Bahas KUII VIII, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Umat untuk Pembangunan Nasional
Kantor Staf Presiden (KSP) menyambut baik upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan umat dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima audiensi Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026. Forum tersebut dipandang sebagai ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, ulama, serta berbagai elemen masyarakat dalam merespons persoalan bangsa dan tantangan global.
Dalam audiensi tersebut, jajaran MUI menyampaikan rencana penyelenggaraan KUII VIII sekaligus mengundang Kepala Staf Kepresidenan sebagai narasumber pada Sidang Pleno IV. Sesi tersebut mengangkat tema “Kebijakan Presiden dan Agenda Pembangunan Nasional di Tengah Aspirasi dan Kebutuhan Rakyat serta Tantangan Global”.
KSP Dorong KUII VIII Hasilkan Rekomendasi Konkret
Kepala Staf Kepresidenan menyambut positif rencana penyelenggaraan KUII VIII. KSP menilai forum tersebut memiliki posisi penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan umat sekaligus membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai berbagai agenda strategis nasional.
KUII VIII diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam menyempurnakan berbagai kebijakan pembangunan nasional, khususnya yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat dan penguatan peran umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar sebelumnya menyampaikan bahwa KUII VIII dijadwalkan berlangsung pada 14–16 September 2026 di Jakarta.
Kongres tersebut diarahkan untuk merumuskan posisi dan peran umat Islam Indonesia dalam merespons berbagai isu strategis yang berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
KUII VIII Bahas Empat Isu Strategis
KUII VIII mengusung tema “Meneguhkan Peran Umat Islam dalam Penguatan Kedaulatan dan Pembangunan Nasional”.
Forum tersebut direncanakan melibatkan 808 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan 38 provinsi, 40 organisasi masyarakat Islam, 38 Pengurus Wilayah MUI, 20 perguruan tinggi, 10 kementerian, 10 organisasi masyarakat non-Islam, lima media, lima negara sahabat, hingga empat perwakilan organisasi internasional.
Komposisi peserta yang beragam tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan rumusan yang mencerminkan kebutuhan umat sekaligus kepentingan bangsa secara lebih luas.
Setidaknya terdapat empat isu utama yang akan menjadi fokus pembahasan, yakni isu keumatan, kebangsaan, ekonomi umat, serta posisi dan peran umat Islam di tingkat internasional.
Pembahasan berbagai isu tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi umat dalam pembangunan nasional sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor yang lebih efektif.
KSP dan MUI Dorong Penguatan Ekonomi Umat
Selain membahas persiapan KUII VIII, KSP dan MUI juga memiliki sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan penguatan peran umat dalam pembangunan.
Sebelumnya, KSP turut mendukung upaya MUI dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang lebih kuat. Penguatan sektor ekonomi umat dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian masyarakat sekaligus memperluas kontribusi umat terhadap perekonomian nasional.
Dalam konteks tersebut, pengelolaan zakat menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Penguatan kelembagaan dan tata kelola zakat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan dana umat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
MUI juga meminta dukungan KSP untuk membantu koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait dalam rangka mendukung penyelenggaraan KUII VIII.
Permintaan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas lembaga untuk memastikan kongres dapat berjalan dengan baik, mengingat kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.
Sinergi Pemerintah dan Umat untuk Hadapi Tantangan Global
KSP menegaskan komitmennya untuk terus membangun koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan program prioritas Presiden dapat berjalan secara efektif.
Dalam proses tersebut, aspirasi masyarakat menjadi salah satu sumber masukan penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi dan menyempurnakan kebijakan yang dijalankan.
KUII VIII diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan umat. Forum tersebut juga dapat menjadi ruang dialog untuk mempertemukan berbagai gagasan mengenai pembangunan nasional, penguatan kedaulatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta posisi Indonesia dalam menghadapi perubahan global.
Sinergi antara pemerintah dan MUI diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dan produktif. Dengan komunikasi yang terbuka dan rekomendasi yang aplikatif, berbagai aspirasi umat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan nasional.
Pada akhirnya, KUII VIII diharapkan tidak hanya menghasilkan rumusan strategis bagi umat Islam, tetapi juga memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa secara keseluruhan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, ulama, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan berbagai elemen bangsa, Indonesia diharapkan semakin kuat menghadapi tantangan global sekaligus memperkokoh persatuan, kedaulatan, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
