Harga Bensin AS Turun ke 3,85 Dolar per Galon, Namun Masih 30 Persen Lebih Tinggi dari Pra-Perang

0
IMG-20260707-WA0016

RIZKAN – Harga rata-rata bensin nasional di Amerika Serikat turun menjadi 3,85 dolar AS per galon pada akhir Juni 2026. Data tersebut berdasarkan laporan Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) yang menunjukkan penurunan harga seiring meredanya konflik di Timur Tengah dan mulai pulihnya arus pelayaran melalui Selat Hormuz.

Membaiknya distribusi energi global membuat harga minyak mentah mengalami koreksi, sehingga turut menekan harga bahan bakar di berbagai wilayah Amerika Serikat. Meski demikian, harga bensin saat ini masih sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pecahnya konflik dengan Iran pada akhir Februari 2026.

Penurunan harga bensin menjadi kabar positif bagi masyarakat AS yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi lonjakan biaya energi. Namun, sejumlah analis menilai harga yang masih relatif tinggi tetap menjadi beban bagi konsumen serta berpotensi memengaruhi daya beli rumah tangga.

Isu harga energi juga menjadi perhatian utama menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang akan berlangsung pada November 2026. Di sejumlah negara bagian penentu atau swing states, tingginya harga bahan bakar dinilai masih memengaruhi persepsi publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Presiden Donald Trump disebut terus memberikan perhatian terhadap perkembangan harga energi. Ia mengkritik perusahaan minyak yang dinilai lambat menurunkan harga di tingkat konsumen meskipun harga minyak mentah dunia telah mengalami penurunan.

Selain itu, Trump juga menginstruksikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menyelidiki dugaan praktik pengambilan keuntungan berlebihan (price gouging) yang diduga menyebabkan harga bensin di pompa tidak segera mengikuti penurunan harga minyak mentah.

Para ekonom menilai pergerakan harga energi dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi tingkat inflasi, konsumsi masyarakat, hingga dinamika politik menjelang pemilu. Jika harga minyak dunia terus stabil, peluang penurunan harga bensin di Amerika Serikat masih terbuka, meski berbagai faktor geopolitik tetap berpotensi memicu volatilitas pasar energi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *