Ekspor Daun Ketapang Babel Tembus Pasar Global, Barantin Gencar Kawal UMKM Go Internasional

0
IMG-20260717-WA0099

JAKARTA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha dan mendorong komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global. Daun ketapang menjadi salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung yang kini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak UMKM mampu menembus pasar ekspor sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Berdasarkan data Best Trust, sepanjang tahun 2025 UMKM binaan Karantina Bangka Belitung berhasil mengekspor sebanyak 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Memasuki semester pertama tahun 2026, realisasi ekspor daun ketapang telah mencapai 553,06 kilogram. Negara tujuan ekspor pun semakin luas, tidak hanya Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman, tetapi juga Jepang serta Polandia. Capaian tersebut menunjukkan komoditas berbasis sumber daya alam lokal memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Herwintarti menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan yang berkelanjutan, pemenuhan persyaratan karantina, serta kualitas produk yang terus dijaga. Meski secara volume mengalami penurunan sekitar 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, permintaan pasar global tetap menunjukkan tren positif.

Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah mampu menembus pasar ekspor. Komitmen tersebut disampaikan dalam Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk “Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara”.

Pelaku UMKM sekaligus eksportir, Lukman Nuhung, menjelaskan daun ketapang diekspor dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan pembeli. Di pasar internasional, daun ketapang dimanfaatkan sebagai kondisioner alami air akuarium, khususnya untuk ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa.

Kandungan tanin alami pada daun ketapang dipercaya mampu membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Manfaat tersebut membuat permintaan daun ketapang asal Bangka Belitung terus meningkat di pasar global.

Selain daun ketapang, Karantina Bangka Belitung juga mencatat keberhasilan ekspor komoditas pertanian kering lainnya. Sepanjang periode tersebut, ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan daun bambu kering yang dikirim ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram.

Dalam waktu dekat, UMKM Bangka Belitung dijadwalkan kembali mengekspor daun ketapang ke Inggris. Hal ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas unggulan asal Bangka Belitung.

Keberhasilan ekspor daun ketapang menjadi bukti bahwa komoditas nonkonvensional Indonesia memiliki potensi besar di pasar global apabila didukung pembinaan yang berkelanjutan, kualitas produk yang terjaga, serta kemudahan layanan ekspor. Sinergi antara pemerintah, Barantin, dan pelaku UMKM diharapkan terus melahirkan lebih banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *