Otto Toto Sugiri, ‘Bill Gates Indonesia’ yang Bangun Kekayaan Rp113 Triliun dari Bisnis Data Center
JAKARTA – Nama Otto Toto Sugiri kembali menjadi sorotan setelah kekayaannya melonjak signifikan berkat pesatnya pertumbuhan industri pusat data (data center) di Indonesia. Berbeda dengan banyak konglomerat yang membangun bisnis dari sektor pertambangan, properti, atau perbankan, Otto justru mengukir kesuksesan melalui sektor teknologi digital.
Pengusaha teknologi yang dijuluki sebagai “Bill Gates Indonesia” itu dikenal sebagai salah satu pelopor pengembangan infrastruktur digital nasional. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa inovasi dan transformasi digital mampu melahirkan perusahaan bernilai tinggi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.
Tonggak penting perjalanan bisnis Otto dimulai pada 2011 ketika ia melihat peluang besar di industri pusat data. Bersama para mitranya, ia mengembangkan PT DCI Indonesia Tbk menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan data center terbesar di Indonesia.
Sejak menjabat sebagai Presiden Direktur pada 2016, Otto membawa DCI Indonesia mencapai berbagai pencapaian strategis. Salah satunya adalah keberhasilan memperoleh sertifikasi Tier IV, standar tertinggi dalam industri pusat data global yang menjamin tingkat ketersediaan layanan hingga 99,995 persen. Sertifikasi tersebut menjadi indikator tingginya keandalan layanan yang dibutuhkan berbagai sektor, mulai dari perbankan, telekomunikasi, hingga perusahaan teknologi.
Keberhasilan tersebut turut mendorong lonjakan nilai perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan layanan digital, komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), serta penyimpanan data berskala besar.
Berdasarkan data Bloomberg dan Forbes Real Time Billionaires per Juli 2025, kekayaan Otto Toto Sugiri diperkirakan mencapai sekitar US$7 miliar atau setara Rp113 triliun (kurs Rp16.192 per dolar AS). Nilai tersebut menempatkannya di jajaran orang terkaya Indonesia sekaligus masuk dalam daftar miliarder dunia.
Pertumbuhan kekayaan Otto didorong oleh kinerja impresif PT DCI Indonesia Tbk. Pada kuartal I 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp418,84 miliar atau melonjak hampir 194 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2024, perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp1,81 triliun, mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan pusat data di Indonesia.
Pesatnya perkembangan ekonomi digital, adopsi cloud computing, kecerdasan buatan, layanan keuangan digital, hingga transformasi digital sektor pemerintahan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri data center nasional.
Kesuksesan Otto Toto Sugiri menjadi contoh bahwa sektor teknologi mampu menciptakan nilai ekonomi yang sangat besar melalui inovasi, investasi jangka panjang, serta pembangunan infrastruktur digital. Di tengah meningkatnya kebutuhan penyimpanan dan pengolahan data, industri data center diproyeksikan akan terus menjadi salah satu sektor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
