KDM Sidak 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Soroti Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Pencemaran Lingkungan
RIZKAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik pengolahan batu kapur di kawasan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran yang meliputi aspek perizinan, ketenagakerjaan, keselamatan kerja, hingga pencemaran lingkungan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini menindaklanjuti temuan tersebut melalui pendataan perusahaan serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Temukan Dugaan Pelanggaran di Sejumlah Pabrik
Saat melakukan peninjauan, Dedi Mulyadi menyebut terdapat sedikitnya 11 perusahaan yang diduga belum memenuhi ketentuan perizinan operasional.
Selain itu, ia juga menemukan sejumlah persoalan ketenagakerjaan, mulai dari dugaan pembayaran upah yang tidak sesuai ketentuan, belum optimalnya perlindungan jaminan sosial tenaga kerja, hingga minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut Dedi, para pekerja yang setiap hari berada di lingkungan penuh debu kapur seharusnya mendapatkan perlindungan yang memadai, termasuk penggunaan alat pelindung diri dan jaminan kesehatan.
Debu Kapur Dikeluhkan Warga
Selain persoalan tenaga kerja, sidak juga menyoroti dampak lingkungan akibat aktivitas industri batu kapur.
Debu putih dari proses produksi terlihat menempel di pepohonan, bangunan, kios, hingga permukiman warga di sekitar kawasan Cipatat.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengujian laboratorium untuk mengukur kualitas udara dan tingkat pencemaran yang terjadi di kawasan tersebut.
Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Perhatikan Nasib Para Pekerja
Meski menemukan berbagai dugaan pelanggaran, Dedi Mulyadi menegaskan pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara tergesa-gesa.
Ia meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat terlebih dahulu melakukan pendataan seluruh pekerja agar setiap kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih besar, khususnya bagi para buruh yang menggantungkan mata pencaharian di sektor tersebut.
Langkah ini dilakukan agar penegakan hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek perlindungan terhadap tenaga kerja.
Pemda Siapkan Langkah Lanjutan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyatakan siap mendukung tindak lanjut hasil sidak yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di sisi lain, masyarakat sekitar juga berharap persoalan pencemaran udara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dapat segera ditangani melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas industri.
Pemerintah kini menunggu hasil pemeriksaan teknis dan laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah penegakan hukum maupun pembinaan terhadap perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan.
Sidak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan perlindungan tenaga kerja, kelestarian lingkungan, dan kesehatan masyarakat.
