Kemenpar dan Kemensos Teken MoU Sekolah Rakyat di Poltekpar NHI Bandung, Siapkan Lahan 7 Hektare dan Beasiswa 20 Persen
Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung pengembangan program prioritas Sekolah Rakyat. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Pariwisata dan Sosial yang berlangsung di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7).
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kemenpar Siapkan Lahan 7 Hektare untuk Sekolah Rakyat
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kolaborasi dengan Kementerian Sosial merupakan bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia melalui program Sekolah Rakyat.
Menurut Widiyanti, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Karena itu, sinergi antarkementerian diperlukan agar program pendidikan tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Salah satu bentuk dukungan Kementerian Pariwisata dalam kerja sama tersebut adalah penyediaan lahan milik kementerian seluas 7 hektare di kawasan Kampus Dayeuhkolot Poltekpar NHI Bandung.
Dari total lahan tersebut, sekitar 5,01 hektare akan dimanfaatkan untuk pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Sementara sekitar 2 hektare lainnya dialokasikan untuk fasilitas olahraga dan aula serbaguna yang nantinya dapat dimanfaatkan bersama oleh siswa Sekolah Rakyat dan mahasiswa Poltekpar NHI Bandung.
Gedung permanen tersebut direncanakan mampu menampung sekitar 2.000 siswa dari jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Lulusan Sekolah Rakyat Disiapkan Masuk Pendidikan Pariwisata
Selain mendukung penyediaan lahan, Kementerian Pariwisata juga menyiapkan dukungan dalam bentuk penguatan pendidikan dan keterampilan. Kurikulum pariwisata serta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri akan menjadi bagian dari sinergi kedua kementerian.
Kemampuan bahasa asing juga menjadi salah satu keterampilan yang dinilai penting untuk diperkenalkan kepada peserta didik. Dengan bekal tersebut, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki kompetensi yang lebih luas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri pariwisata.
Widiyanti juga menyampaikan komitmen untuk memberikan alokasi kuota beasiswa sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan ke politeknik pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata.
Kebijakan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus memperoleh keterampilan profesional di bidang pariwisata.
Kemensos Apresiasi Dukungan Kementerian Pariwisata
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi dukungan Kementerian Pariwisata yang menyediakan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, lahan tersebut akan menjadi bagian dari pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat pada tahap berikutnya.
Pembangunan gedung permanen akan dilakukan setelah seluruh persyaratan yang diperlukan terpenuhi dan mengikuti standar pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kerja sama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana pendidikan. Kesepahaman tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata dan kesejahteraan sosial.
Selain itu, kedua kementerian akan mendorong sinkronisasi program Sekolah Rakyat yang berkaitan dengan desa wisata serta memperkuat pertukaran data untuk mendukung pelaksanaan program secara lebih terintegrasi.
Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemutus Rantai Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter dan keterampilan peserta didik.
Pengembangan karakter dalam Sekolah Rakyat mencakup empat pilar utama, yakni kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan keagamaan. Pendekatan pendidikan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
Dengan konsep sekolah berasrama dan pendampingan selama 24 jam, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan lingkungan pendidikan yang lebih terarah bagi peserta didik. Program ini juga diproyeksikan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan.
Sinergi antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Sosial di Poltekpar NHI Bandung menjadi langkah penting dalam menghubungkan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan peluang masa depan. Dukungan berupa lahan, kurikulum pariwisata, pelatihan, hingga peluang beasiswa diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi lulusan Sekolah Rakyat.
Melalui kolaborasi lintas kementerian tersebut, program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi jembatan menuju peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemandirian ekonomi, dan kesempatan kerja yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.
