Karantina Jawa Timur Kawal Audit GACC untuk Ekspor Sawit Berkualitas ke Tiongkok

0
IMG-20260725-WA0054

Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Jawa Timur melakukan pendampingan terhadap delegasi General Administration of Customs of China (GACC) dalam audit komoditas ekspor minyak nabati dan produk turunan kelapa sawit di PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik, Kamis (23/7). Audit tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan produk sawit Indonesia yang diekspor ke Republik Rakyat Tiongkok memenuhi persyaratan keamanan pangan, mutu, ketertelusuran, serta ketentuan teknis yang ditetapkan negara tujuan.

Kehadiran delegasi GACC di Gresik juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok. Melalui proses audit, otoritas negara tujuan dapat memastikan sistem produksi dan pengawasan komoditas ekspor berjalan sesuai standar yang dipersyaratkan.

Audit GACC Perkuat Kepercayaan terhadap Produk Sawit Indonesia

Kegiatan audit tersebut dihadiri perwakilan Badan Karantina Indonesia, antara lain Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Abdul Rahman, Pelaksana Tugas Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal, Kepala Bagian Umum Budi Susilo, serta Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Masanto.

Tim audit juga didampingi perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan Dr. Didik Joko Pursito bersama Betty Noegraha dan Hanny Dulimarta.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan komoditas ekspor Indonesia memenuhi standar keamanan dan mutu yang berlaku. Pengawasan dilakukan untuk menjaga kualitas produk sekaligus memastikan proses perdagangan internasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Audit GACC mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari proses produksi, sistem pengendalian mutu, penerapan sanitasi dan higiene, ketertelusuran produk, hingga pemenuhan persyaratan teknis ekspor sesuai ketentuan negara tujuan.

Melalui pemeriksaan tersebut, produk minyak nabati dan turunan kelapa sawit Indonesia diharapkan mampu mempertahankan standar kualitas dan keamanan yang dibutuhkan pasar Tiongkok.

Karantina Jawa Timur Dukung Kelancaran Ekspor Sawit

Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Abdul Rahman menegaskan bahwa pendampingan audit merupakan bentuk komitmen Badan Karantina Indonesia dalam memastikan setiap komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan otoritas negara mitra menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Kepatuhan terhadap standar negara tujuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperluas pasar ekspor. Karena itu, pengawasan sejak proses produksi hingga komoditas dikirim ke negara tujuan perlu dilakukan secara konsisten.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Karantina Jawa Timur Hudiansyah Is Nursal menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan dan pendampingan kepada pelaku usaha ekspor. Langkah tersebut dilakukan agar proses sertifikasi dan tindakan karantina berjalan sesuai standar yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Menurut Hudiansyah, keberhasilan proses audit tidak hanya penting bagi keberlanjutan ekspor produk sawit, tetapi juga menunjukkan kemampuan sistem pengawasan karantina Indonesia dalam menjamin keamanan, kesehatan, dan mutu komoditas yang diperdagangkan.

Ekspor Minyak Nabati Jawa Timur ke Tiongkok Capai US$3 Juta

Berdasarkan data yang disampaikan, nilai ekspor minyak nabati dari Jawa Timur ke Republik Rakyat Tiongkok pada 2025 mencapai US$3 juta. Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar Tiongkok bagi produk minyak nabati dan komoditas turunan sawit asal Indonesia.

Dalam konteks tersebut, audit GACC memiliki arti strategis bagi keberlanjutan akses pasar. Pemenuhan persyaratan teknis dan standar keamanan pangan menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor Indonesia.

Sebagai salah satu pintu utama perdagangan internasional, Karantina Jawa Timur memiliki peran penting dalam memastikan komoditas yang keluar dari wilayah kerjanya memenuhi persyaratan teknis, sanitari, dan fitosanitari negara tujuan.

Penguatan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk BPOM, serta kerja sama dengan otoritas negara mitra seperti GACC, diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan karantina sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Audit GACC Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Ekspor Indonesia

Audit terhadap PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik menjadi salah satu gambaran pentingnya sistem pengawasan yang kuat dalam mendukung perdagangan komoditas Indonesia di pasar internasional.

Dengan penerapan standar produksi dan pengawasan yang konsisten, produk sawit Indonesia diharapkan mampu mempertahankan akses pasar Tiongkok sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan otoritas negara tujuan perlu terus diperkuat. Upaya tersebut penting untuk memastikan produk Indonesia tidak hanya mampu memenuhi standar keamanan dan mutu, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan perdagangan global.

Karantina Jawa Timur pun terus berkomitmen menghadirkan layanan karantina yang profesional, terpercaya, dan berstandar global. Penguatan sistem tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor, menjaga kepercayaan mitra dagang, serta memperkuat posisi komoditas Indonesia di pasar dunia.

Melalui pengawasan yang semakin baik dan sinergi lintas sektor, ekspor produk sawit dan komoditas pertanian Indonesia diharapkan terus berkembang. Keberhasilan memenuhi standar pasar Tiongkok juga dapat menjadi modal penting untuk memperluas akses perdagangan ke berbagai negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *