Iran Tegaskan Tak Akan Bernegosiasi dengan AS Sebelum Washington Ubah Sikap dan Hentikan Konflik

0
IMG-20260713-WA0018

TEHERAN – Iran menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat hingga Washington mengubah kebijakan dan sikapnya terhadap Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan sumber yang dekat dengan tim perunding Iran pada Sabtu (11/7/2026), sekaligus membantah klaim bahwa Iran lebih dulu mengajukan permintaan negosiasi.

Menurut sumber tersebut, Iran tidak pernah meminta pembicaraan dengan Amerika Serikat. Teheran menegaskan bahwa proses diplomasi hanya dapat dimulai kembali apabila Washington menunjukkan perubahan kebijakan secara nyata.

Iran menyatakan bahwa dimulainya kembali negosiasi bergantung pada implementasi penuh nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai perdamaian yang sebelumnya telah disepakati.

Sejumlah poin yang disebut menjadi syarat utama antara lain penghentian konflik bersenjata, penghormatan terhadap seluruh isi kesepakatan, serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon sesuai ketentuan yang disepakati dalam MoU tersebut.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian aksi militer yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan damai hanya beberapa pekan setelah penandatanganan MoU, termasuk melalui kebijakan pembatasan ekspor minyak Iran dan penerapan sanksi baru.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan negaranya akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu sebagai respons terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan pihak lain.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Oman untuk membahas perkembangan situasi keamanan di kawasan Teluk, termasuk kondisi di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia.

Di sisi lain, sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa Amerika Serikat masih mendorong tercapainya kesepakatan baru terkait program nuklir Iran, termasuk usulan pembatasan terhadap persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran.

Hingga kini belum terdapat tanda-tanda bahwa kedua negara akan segera kembali ke meja perundingan. Ketegangan diplomatik dan keamanan di kawasan Timur Tengah masih terus menjadi perhatian masyarakat internasional.

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan agar seluruh pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperluas konflik dan mengganggu stabilitas kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *