Delegasi IPB University dan SCU Semarang Tembus Final Kompetisi Pangan IFT FIRST 2026 di Chicago

0
IMG-20260721-WA0032

Dua delegasi mahasiswa Indonesia dari IPB University dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang berhasil menembus babak final Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition dalam rangkaian IFT FIRST (Food Improved by Research, Science, and Technology) Annual Event and Expo 2026 di Chicago, Amerika Serikat.

Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung pada 12-15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago. Prestasi ini menjadi kabar membanggakan bagi dunia pendidikan dan riset Indonesia karena delegasi dari dua perguruan tinggi nasional tersebut mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara di ajang internasional bidang ilmu dan teknologi pangan.

Dua Tim Indonesia Lolos ke Babak Final

Dari rangkaian seleksi kompetisi, hanya enam kelompok yang berhasil melaju ke babak final. Para finalis berasal dari empat negara, yakni Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Keberhasilan IPB University dan SCU Semarang menembus babak final menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki kapasitas untuk menghasilkan inovasi pangan yang tidak hanya relevan dengan persoalan di dalam negeri, tetapi juga mampu mendapat perhatian di tingkat global.

Delegasi IPB University mengusung inovasi pemanfaatan limbah pohon sagu untuk dikembangkan menjadi produk makanan kemasan Papeda. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap potensi sagu sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, khususnya di Maluku Utara.

Pengembangan produk berbasis sagu tersebut juga diarahkan untuk mendukung penguatan UMKM pangan. Limbah yang sebelumnya kurang termanfaatkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung konsep pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Sementara itu, delegasi SCU Semarang menghadirkan inovasi produk bihun kemasan bernama INVERCI. Produk tersebut memanfaatkan dedak dan limbah kedelai atau okara sebagai bahan yang diolah menjadi pangan bernilai tambah.

Tim mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian SCU yang terdiri atas Caroline Amaris, Karyn Garcia Hartono, Michael Natanael Setiawan, Jonathan Halim Sugianto, dan Karla Katina, mengembangkan produk dengan pengayaan nutrisi melalui proses fermentasi bekatul dan ampas tahu menggunakan ragi tempe.

Inovasi tersebut dirancang untuk menghasilkan produk pangan dengan kandungan protein dan serat yang lebih tinggi dibandingkan bihun pada umumnya. Pemanfaatan bahan samping industri pangan ini sekaligus menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomi bahan pangan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

Bawa Inovasi Pangan Indonesia ke Panggung Dunia

Keberhasilan kedua tim Indonesia tersebut memperlihatkan bahwa inovasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi terhadap sejumlah persoalan nyata, mulai dari pengelolaan limbah pangan, peningkatan nilai gizi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Para finalis berkesempatan mempresentasikan inovasi dan hasil pengembangan produk mereka di hadapan dewan juri internasional serta komunitas global yang bergerak di bidang ilmu dan teknologi pangan.

Kehadiran delegasi Indonesia di ajang tersebut juga mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia, mempromosikan talenta nasional di tingkat internasional, serta mendorong inovasi Indonesia agar dapat terhubung dengan rantai pasok global.

IFT FIRST 2026 sendiri menjadi salah satu forum internasional yang mempertemukan ilmuwan, peneliti, akademisi, dan praktisi industri pangan dari berbagai negara. Ajang ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan hasil riset, membangun jejaring, serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi pangan.

Bagi Indonesia, keberhasilan delegasi IPB University dan SCU Semarang menembus babak final menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi riset dan inovasi pangan nasional di tingkat internasional.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovasi yang berangkat dari persoalan lokal, kemudian dikembangkan menjadi solusi yang memiliki relevansi global.

Dukungan berkelanjutan dari perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting untuk membangun ekosistem riset dan inovasi yang semakin kuat. Dengan dukungan tersebut, talenta muda Indonesia diharapkan semakin berani berkompetisi di panggung dunia dan menghadirkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keberhasilan delegasi IPB University dan SCU Semarang di IFT FIRST 2026 menjadi salah satu contoh bahwa kreativitas, riset, dan inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mengembangkan solusi pangan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi kemajuan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *