Prabowo Pimpin Panen Raya TNI di 43 Titik, Didampingi Menhan Sjafrie: Ketahanan Pangan Jadi Gerakan Nasional

0
IMG-20260719-WA0054

MALANG — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya TNI Terintegrasi yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menunjukkan sinergi tiga matra TNI dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.

Panen raya berlangsung di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta para Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh kekuatan bangsa.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” tegas Prabowo.

Tiga Matra TNI Dukung Komoditas Strategis

Panglima TNI melaporkan pembagian peran tiga matra dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

TNI Angkatan Udara mendampingi pengembangan komoditas tebu di delapan titik lokasi. TNI Angkatan Darat menggarap komoditas padi di 31 titik, sedangkan TNI Angkatan Laut mendukung pengembangan kedelai di empat lokasi.

Secara keseluruhan, terdapat 43 titik kegiatan panen raya yang melibatkan unsur TNI di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk program tebu, total lahan binaan TNI AU disebut mencapai 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton tebu. Potensi tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional pada 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian strategis, khususnya komoditas yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Prabowo: TNI dan Polri Harus Bersama Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program pertanian merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Presiden, TNI dan Polri memiliki hubungan yang erat dengan rakyat sehingga harus selalu hadir ketika masyarakat menghadapi tantangan.

“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden juga meminta jajaran TNI dan Polri tidak perlu terlalu memikirkan kritik terhadap keterlibatan mereka dalam program pertanian selama kegiatan tersebut dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan mendukung agenda nasional.

Kehadiran TNI dalam sektor pangan dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui pemanfaatan lahan, pendampingan, penguatan koordinasi, dan dukungan terhadap petani.

Sinergi Pemerintah, TNI, dan Petani

Panen Raya TNI Terintegrasi menjadi gambaran mengenai upaya pemerintah membangun kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga diarahkan untuk membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah daerah, petani, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mempercepat pencapaian target swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

Bagi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar, ketahanan pangan memiliki arti strategis. Ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau menjadi salah satu fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Panen Raya TNI Terintegrasi, pemerintah menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada pangan membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

Keterlibatan TNI dalam program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda nasional, sementara petani tetap menjadi salah satu aktor utama dalam produksi pangan nasional.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membangun sistem pangan nasional yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *