Satu Tahun Sekolah Rakyat: Hadir di 166 Lokasi, Layani 15 Ribu Siswa, Cetak Prestasi dan Harapan Baru

0
IMG-20260718-WA0042

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi memasuki usia satu tahun sejak diluncurkan pada 14 Juli 2025. Dalam kurun waktu tersebut, program pendidikan gratis berasrama ini telah berkembang pesat dengan menjangkau ribuan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

Melalui pendekatan pendidikan terpadu, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses belajar, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mempersiapkan peserta didik agar mampu keluar dari lingkaran kemiskinan.

Hadir di 166 Lokasi di Seluruh Indonesia

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa hingga pertengahan 2026, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 lokasi yang tersebar di 34 provinsi dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 15 ribu siswa.

Selain itu, pembangunan 93 gedung sekolah permanen terus berlangsung untuk mendukung pengembangan program. Pemerintah menargetkan jumlah peserta didik meningkat menjadi sekitar 30 ribu siswa pada akhir 2026, serta memperluas jaringan Sekolah Rakyat hingga 500 lokasi pada tahun 2029.

Penerimaan peserta didik dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga program benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tanpa melalui seleksi akademik.

Ratusan Siswa Siap Menjadi Lulusan Perdana

Dalam satu tahun pelaksanaannya, sebanyak 453 siswa tingkat SD dan SMP diproyeksikan menjadi lulusan pertama Sekolah Rakyat.

Pemerintah memastikan para lulusan akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai potensi masing-masing.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Prestasi Akademik dan Nonakademik Mulai Bermunculan

Berbagai prestasi juga berhasil diraih para siswa Sekolah Rakyat di tingkat nasional.

Sejumlah peserta didik mampu meraih penghargaan pada bidang olahraga, sains, matematika, bahasa Inggris, hingga menjadi finalis kompetisi tingkat ASEAN.

Di sisi kelembagaan, beberapa Sekolah Rakyat turut memperoleh penghargaan nasional atas inovasi di bidang pendidikan, literasi digital, kewirausahaan, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan.

Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan

Selain memberikan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan menyeluruh melalui pembinaan karakter, peningkatan kesehatan, serta pemberdayaan keluarga peserta didik.

Program ini dirancang agar tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan anak, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi keluarga sehingga mampu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Selama satu tahun pelaksanaan, Sekolah Rakyat telah menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu program pendidikan inklusif yang menjangkau kelompok masyarakat paling rentan. Pemerintah berharap pengembangan program ini dapat memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menciptakan generasi muda yang sehat, mandiri, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *