Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Turun Menjadi 51,1 Persen

0
1785087885818-1

JAKARTA — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat mengalami penurunan signifikan dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam survei yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen.

Angka tersebut menurun dibandingkan hasil survei SMRC pada November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan sebesar 81,2 persen. Dengan demikian, terdapat penurunan sebesar 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sekitar sembilan bulan.

Survei tersebut bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden berkaitan erat dengan bagaimana masyarakat menilai kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

“Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni Irvani, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (26/7/2026).

Ketidakpuasan Publik Meningkat

Survei SMRC juga mencatat peningkatan jumlah masyarakat yang merasa tidak atau sangat tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Pada November 2025, kelompok masyarakat yang menyatakan tidak atau sangat tidak puas tercatat sebesar 16 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 46,9 persen dalam survei Juli 2026.

Sementara itu, berdasarkan tingkat kepuasan yang lebih rinci, sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Sebanyak 46,3 persen merasa cukup puas, sedangkan 35 persen menyatakan kurang puas.

Adapun 11,9 persen responden menyatakan tidak puas sama sekali. Sementara 2,1 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Temuan tersebut memperlihatkan adanya perubahan cukup tajam dalam persepsi publik terhadap kinerja pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Ekonomi, Politik, dan Penegakan Hukum Jadi Sorotan

Menurut Deni Irvani, perubahan tingkat kepuasan publik tersebut tidak berdiri sendiri. Penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum menjadi faktor yang berkaitan dengan perubahan tingkat kepercayaan terhadap kinerja Presiden.

Temuan survei ini sekaligus menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap kinerja seorang presiden sangat dipengaruhi oleh kondisi yang dirasakan langsung masyarakat. Ketika persoalan ekonomi, politik, dan penegakan hukum dinilai memburuk, tingkat kepuasan terhadap pemerintah juga berpotensi mengalami tekanan.

Meski demikian, hasil survei merupakan gambaran persepsi masyarakat pada periode tertentu dan bukan satu-satunya ukuran untuk menilai keseluruhan kinerja pemerintahan. Evaluasi terhadap pemerintahan tetap perlu melihat berbagai indikator secara komprehensif, termasuk capaian kebijakan, kondisi ekonomi, pelayanan publik, serta perkembangan penegakan hukum.

Survei SMRC ini menjadi salah satu bahan penting dalam membaca dinamika opini publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Penurunan tingkat kepuasan yang cukup besar juga menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu memperhatikan secara serius berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Dengan demikian, angka 51,1 persen tersebut bukan hanya menjadi data statistik, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan dan merespons aspirasi publik secara lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *