KSP Tinjau Program MBG di Purwakarta, Pastikan Tata Kelola Berjalan Optimal Pasca Libur Sekolah

0
IMG-20260714-WA0023

PURWAKARTA — Kantor Staf Presiden (KSP) terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan program prioritas pemerintah tersebut berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengawalan dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciseureuh 8 dan pelaksanaan program MBG di SD Negeri 3 Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, Senin (13/7/2026).

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, hadir langsung dalam peninjauan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan pelaksanaan MBG setelah sekolah kembali aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar pasca libur.

Dalam peninjauan tersebut, KSP memastikan seluruh rangkaian pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi proses produksi makanan, kualitas dan keamanan pangan, ketepatan distribusi, hingga makanan diterima oleh para penerima manfaat sesuai waktu yang telah ditentukan.

Dudung mengatakan, pemantauan langsung diperlukan untuk melihat kesiapan SPPG setelah kembali beroperasi usai masa libur sekolah. Menurutnya, seluruh tahapan pelayanan harus dipastikan berjalan dengan baik agar kualitas makanan dan pelayanan kepada penerima manfaat tetap terjaga.

“Saya memonitor langsung bagaimana proses di SPPG yang kembali aktif setelah libur satu bulan penuh, apakah berjalan sesuai dengan standar, mulai dari produksi makanan, kualitas makanan, dan keamanan pangan, distribusi, hingga makanan diterima tepat pada waktunya,” ujar Dudung.

Serap Masukan dari Sekolah dan Penerima Manfaat

Selain memantau proses operasional SPPG, Kepala Staf Kepresidenan juga berdialog dengan pengelola layanan gizi, kepala sekolah, guru, dan para siswa. Dialog tersebut dilakukan untuk memperoleh masukan langsung mengenai pelaksanaan Program MBG di lapangan.

Masukan dari penerima manfaat dinilai penting sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat kualitas dan tata kelola program. Pemerintah ingin memastikan pelaksanaan MBG tidak hanya berfokus pada penyaluran makanan, tetapi juga memperhatikan aspek kualitas, keamanan pangan, ketepatan distribusi, serta kebutuhan penerima manfaat.

Program MBG saat ini memasuki fase penguatan tata kelola sesuai dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional Nomor 12 Tahun 2026. Penguatan tata kelola menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan secara konsisten dan memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Melalui pemantauan langsung, KSP juga dapat melihat berbagai tantangan yang mungkin muncul setelah operasional SPPG kembali berjalan. Evaluasi di lapangan diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan perbaikan secara cepat apabila ditemukan kendala dalam proses produksi maupun distribusi makanan.

MBG Terintegrasi dengan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Dalam kunjungan tersebut, Dudung Abdurachman juga meninjau pelaksanaan renovasi sekolah serta penerapan digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital. Peninjauan ini menunjukkan upaya mengintegrasikan sejumlah program prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

KSP berharap fasilitas pendidikan yang masih membutuhkan perbaikan dapat segera memperoleh dukungan sehingga proses pembelajaran siswa dapat berlangsung secara lebih optimal. Perbaikan sarana pendidikan dan penguatan kualitas pembelajaran dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.

Program MBG sendiri diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap tumbuh kembang anak melalui pemenuhan kebutuhan gizi. Sementara itu, peningkatan kualitas fasilitas pendidikan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran diarahkan untuk memperkuat proses belajar mengajar di sekolah.

Sinergi antara pemenuhan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur sekolah, dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Ke depan, KSP akan terus melakukan pengawalan dan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan penguatan tata kelola berjalan secara optimal. Evaluasi secara berkala diperlukan agar setiap unit pelayanan mampu menjaga standar kualitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan pengawasan yang konsisten serta keterlibatan berbagai pihak, Program MBG diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat bagi para penerima manfaat di berbagai daerah. Integrasi program prioritas pemerintah di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *