Jongkuch Mach, Pebasket 18 Tahun Bertinggi 229 Cm yang Melampaui Wembanyama dan Jadi Sorotan Dunia
JAKARTA – Dunia bola basket kembali dihebohkan dengan kemunculan talenta muda bertubuh raksasa. Jongkuch “JK” Mach, pebasket asal Australia berusia 18 tahun, menjadi sorotan internasional setelah tercatat memiliki tinggi sekitar 229 sentimeter atau 7 kaki 6 inci. Postur tersebut bahkan melampaui sejumlah pemain tertinggi di NBA saat ini, termasuk bintang San Antonio Spurs, Victor Wembanyama yang memiliki tinggi sekitar 224 sentimeter.
Jongkuch Mach lahir di Perth, Australia, pada 8 Oktober 2007 dari keluarga keturunan Sudan Selatan. Sebelum menetap di Australia Barat, keluarganya sempat tinggal di Kenya. Mach kemudian tumbuh besar di Australia dan mulai mengenal dunia basket ketika masih berusia sekitar 14 tahun.
Faktor genetik menjadi salah satu penyebab postur tubuhnya yang luar biasa. Ayahnya memiliki tinggi sekitar 203 sentimeter, sedangkan sang kakek dikabarkan mencapai sekitar 213 sentimeter. Meski demikian, Mach mengaku tidak langsung bercita-cita menjadi pebasket profesional. Ia mulai bermain basket setelah didorong teman-temannya yang melihat keunggulan fisiknya.
Dalam waktu relatif singkat, perkembangan kemampuan Mach terbilang sangat pesat. Kini ia memperkuat Basketball Australia Centre of Excellence di kompetisi NBL1 East sebagai pemain center serta menjadi bagian dari akademi Perth Wildcats yang dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan pemain muda terbaik di Australia.
Keunggulan Mach tidak hanya terletak pada tinggi badannya. Para pencari bakat menilai ia memiliki kelincahan yang sangat baik untuk ukuran tubuhnya. Ia mampu bergerak cepat, menjaga area pertahanan, serta melakukan penyelesaian di bawah ring dengan efektif.
Pada kompetisi NBL1 musim 2025, Mach membukukan rata-rata 2,7 poin, 3,2 rebound, dan satu blok per pertandingan. Akurasi tembakannya juga cukup impresif dengan persentase keberhasilan mencapai sekitar 70 persen dari lapangan maupun lemparan bebas.
Untuk menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi, Mach terus meningkatkan kondisi fisiknya. Dalam satu tahun terakhir ia dilaporkan berhasil menambah sekitar 20 kilogram massa otot agar mampu bersaing secara fisik. Ia juga rutin menggunakan pelindung lutut sebagai langkah pencegahan setelah sempat mengalami gangguan pada bagian tersebut.
Potensi besar yang dimilikinya membuat sejumlah program basket perguruan tinggi di Amerika Serikat mulai memberikan perhatian. Beberapa kampus seperti LSU, Colorado, Santa Clara, Charlotte, South Carolina, dan Washington State disebut tertarik merekrutnya sebagai bagian dari program pengembangan atlet menuju level profesional.
Banyak pengamat menilai jalur NCAA akan menjadi batu loncatan penting bagi Mach sebelum memasuki NBA Draft di masa mendatang. Dengan usia yang masih sangat muda, ia dinilai masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan kemampuan teknik, kekuatan fisik, dan pemahaman permainan.
Perbandingan dengan Victor Wembanyama pun mulai bermunculan. Meski memiliki postur yang lebih tinggi, gaya bermain Mach dinilai berbeda. Ia lebih dominan sebagai center tradisional yang mengandalkan kekuatan di area paint, sementara Wembanyama dikenal memiliki kemampuan bermain dari luar garis tiga angka dengan mobilitas tinggi.
Perjalanan Jongkuch Mach menjadi bukti bahwa bakat dapat berkembang dari berbagai penjuru dunia. Dengan postur luar biasa, perkembangan permainan yang menjanjikan, serta kerja keras yang terus ditunjukkan, pebasket muda asal Australia ini berpeluang menjadi salah satu prospek paling menarik di dunia basket internasional dalam beberapa tahun mendatang.
