Insentif Motor Listrik Berlanjut, Alva dan Gesits Dipastikan Masuk Skema Pemerintah

0
1787252199688

JAKARTA, RIZKAN – Pemerintah memastikan program insentif sepeda motor listrik akan dilanjutkan, meskipun skema baru yang akan diterapkan belum diumumkan secara resmi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran untuk program tersebut telah tersedia. Ia juga memastikan dua merek motor listrik nasional, Alva dan Gesits, menjadi bagian dari produk yang mendapatkan dukungan insentif pemerintah.

“Anggarannya sebetulnya sudah ada. Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” ujar Airlangga usai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta.

Alva dan Gesits Masuk Program Motor Listrik Nasional

Alva dan Gesits sebelumnya turut dipamerkan dalam peluncuran program Motor Listrik Nasional (MoLinas) beserta ekosistemnya yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Peluncuran program tersebut berlangsung di fasilitas perakitan motor listrik Alva di Cikarang, Bekasi.

Sementara itu, produksi Gesits dilakukan oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) yang berlokasi di Cileungsi, Bogor.

Pemerintah mendorong pengembangan industri motor listrik nasional sebagai bagian dari transformasi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

Insentif Pernah Turunkan Harga hingga Rp7 Juta

Pada penerapan sebelumnya, insentif pembelian motor listrik dapat membuat harga kendaraan menjadi lebih murah hingga sekitar Rp7 juta bagi konsumen yang memenuhi persyaratan program.

Kebijakan tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia.

Data penjualan menunjukkan volume sepeda motor listrik meningkat dari 17.198 unit pada 2022 menjadi 62.409 unit pada 2023.

Penjualan kemudian mencapai 77.078 unit pada 2024. Pada 2025, penjualan tercatat sebanyak 55.059 unit.

Pemerintah Siapkan Kelanjutan Insentif

Dengan anggaran yang telah disiapkan, pemerintah kini tinggal menentukan skema dan mekanisme pelaksanaan insentif untuk periode berikutnya.

Keberlanjutan program tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan pasar motor listrik sekaligus memberikan kepastian bagi industri dan konsumen.

Di sisi lain, pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri komponen dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil.

Program motor listrik nasional menjadi salah satu bagian dari agenda transformasi energi dan penguatan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *