Mojtaba Khamenei Janji Balas Dendam atas Kematian Ali Khamenei dan Korban Perang Melawan AS-Israel

0
IMG-20260713-WA0021

TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan yang menegaskan bahwa kematian Ayatullah Ali Khamenei serta para korban perang melawan Amerika Serikat dan Israel tidak akan dilupakan. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang prosesi pemakaman besar yang dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026.

Pesan tertulis Mojtaba Khamenei dibacakan di hadapan ribuan pelayat di Teheran pada Sabtu (4/7/2026) oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri.

Dalam pesannya, Mojtaba Khamenei menyampaikan bahwa Iran akan terus mengenang para pejuang dan warga sipil yang gugur dalam konflik, serta menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kepentingan dan keamanan negaranya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel setelah serangkaian serangan yang menurut pemerintah Iran menewaskan sekitar 100 orang, termasuk sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Pemerintah Iran sebelumnya menjadwalkan pemakaman massal bagi korban serangan tersebut pada 7 Juli 2026, sementara prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Kota Mashhad.

Sebelum dimakamkan, jenazah Ali Khamenei disemayamkan di Musalla Besar Teheran sebagai bagian dari penghormatan terakhir yang dihadiri ribuan warga.

Sejak pengumuman wafatnya Ali Khamenei pada 26 Juni 2026, Iran menetapkan masa berkabung nasional. Ribuan warga memenuhi jalan-jalan di Teheran dan sejumlah kota lainnya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah memimpin Iran selama beberapa dekade.

Aparat keamanan juga meningkatkan pengamanan di berbagai lokasi strategis guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama rangkaian prosesi berkabung dan pemakaman berlangsung.

Pernyataan Mojtaba Khamenei menambah perhatian internasional terhadap situasi keamanan di Timur Tengah yang masih diwarnai ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan penahanan diri serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan.

Perkembangan situasi di Iran dan respons dari berbagai pihak diperkirakan akan terus menjadi perhatian dunia dalam beberapa waktu ke depan, mengingat dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan keamanan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *