Ngopi Bareng Kepala Staf Kepresidenan di Universitas Brawijaya, Mahasiswa Soroti Krisis Iklim hingga Evaluasi MBG

0
IMG-20260616-WA0002

MALANG – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, berdiskusi langsung dengan mahasiswa dalam forum Ngopi Bareng Kepala Staf Kepresidenan bertema “Pertanian Pendukung Ketahanan Pangan” yang digelar di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jumat (12/6/2026).

Forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan mahasiswa untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional dan masa depan pembangunan Indonesia.

Dalam suasana dialog yang terbuka dan konstruktif, mahasiswa menyampaikan sejumlah pandangan kritis terkait krisis iklim, transformasi ekonomi berkelanjutan, regenerasi petani, hilirisasi riset dan inovasi perguruan tinggi, hingga evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Staf Kepresidenan mengapresiasi gagasan dan kualitas pemikiran mahasiswa yang dinilai tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai persoalan, tetapi juga menawarkan solusi konkret bagi pembangunan nasional.

“Kritik dan masukan dari mahasiswa merupakan energi penting untuk menyempurnakan kebijakan pemerintah. Semua aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan masukan dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan,” ujar Dudung.

Mahasiswa Soroti Krisis Iklim hingga Regenerasi Petani

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai dampak krisis iklim terhadap sektor pertanian dan pentingnya mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, regenerasi petani juga menjadi salah satu isu penting yang dibahas. Modernisasi sektor pertanian dinilai perlu terus didorong agar profesi petani semakin menarik bagi generasi muda dan mampu menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pembahasan juga mencakup pentingnya hilirisasi riset dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi agar tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Dalam dialog tersebut, Dudung menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan, modernisasi sektor pertanian, penguatan sumber daya manusia, serta pemanfaatan inovasi kampus untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.

Mahasiswa menyampaikan pandangan mengenai pentingnya evaluasi program agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Dudung, masukan dan gagasan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan publik.

“Masukan dan gagasan dari mahasiswa merupakan energi penting dalam menyempurnakan kebijakan publik. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah, Kampus, dan Generasi Muda

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memandang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan generasi muda sebagai fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya gagasan dan inovasi yang dapat menjawab tantangan sektor pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dialog antara pemerintah dan mahasiswa juga dinilai penting untuk memastikan kebijakan publik dapat terus mendapatkan masukan dari berbagai perspektif, khususnya dari generasi muda yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia di masa depan.

Melalui forum Ngopi Bareng Kepala Staf Kepresidenan, pemerintah membuka ruang komunikasi dengan mahasiswa untuk mendengar langsung gagasan, kritik, dan solusi yang ditawarkan generasi muda.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam membangun ketahanan pangan, mendorong inovasi dan modernisasi pertanian, serta mempersiapkan sumber daya manusia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *