BRIN Kembangkan Kapal Hybrid Layar untuk Penangkapan Rajungan, Manfaatkan Angin dan Hemat BBM

0
IMG-20260715-WA0055

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi kapal hybrid layar untuk mendukung aktivitas penangkapan rajungan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi tersebut memadukan tenaga mesin dengan energi angin melalui sistem layar, sehingga penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan sekaligus mengurangi emisi karbon dari kegiatan melaut.

Pengembangan kapal hybrid layar ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mendukung ekonomi biru Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi energi angin di perairan Indonesia, kapal dirancang agar nelayan tetap dapat menjalankan aktivitas penangkapan dengan biaya operasional yang lebih efisien tanpa sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil.

BRIN menyebut penggunaan sistem hybrid memungkinkan kapal menghemat konsumsi BBM hingga 20 persen. Penghematan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap biaya operasional nelayan sekaligus membantu mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas penangkapan ikan dan komoditas perikanan lainnya.

Padukan Tenaga Mesin dan Energi Angin

Kapal hybrid layar dikembangkan dengan menggabungkan sistem penggerak mesin konvensional dan tenaga angin. Ketika kondisi angin mendukung, layar dapat dimanfaatkan untuk membantu pergerakan kapal sehingga beban kerja mesin dan konsumsi BBM dapat dikurangi.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah perairan luas dan potensi energi angin yang dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan energi terbarukan dalam sektor perikanan diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi menuju aktivitas kelautan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain mengandalkan energi angin, kapal ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional nelayan di perairan Indonesia. Penggunaan bahan baku lokal juga menjadi bagian dari pengembangan inovasi agar teknologi tersebut memiliki peluang untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.

Inovasi kapal hybrid layar juga diarahkan untuk mendukung aktivitas penangkapan rajungan secara lebih selektif. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus memastikan kegiatan ekonomi masyarakat pesisir tetap dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Dukung Nelayan Rajungan dan Ekonomi Biru

Rajungan atau Portunus pelagicus merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki pasar domestik dan ekspor. Tingginya permintaan terhadap rajungan membuat peningkatan efisiensi penangkapan dan pengelolaan sumber daya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

Melalui pengembangan kapal hybrid layar, teknologi diharapkan dapat membantu nelayan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Penghematan biaya bahan bakar pada akhirnya berpotensi meningkatkan pendapatan bersih nelayan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat ekonomi biru yang menempatkan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan sebagai bagian penting dari pembangunan. Teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga harus mampu menjaga kesehatan ekosistem laut dan keberlangsungan sumber daya perikanan.

Pengembangan kapal hybrid layar menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dipadukan dengan pengetahuan dan pengalaman masyarakat pesisir. Pemanfaatan angin sebagai sumber energi tambahan menjadi salah satu contoh bagaimana potensi alam dapat digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Berpotensi Diadopsi Nelayan di Berbagai Daerah

Ke depan, teknologi kapal hybrid layar diharapkan dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan nelayan di berbagai wilayah Indonesia. Riset lanjutan diperlukan untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara efektif sesuai karakteristik perairan, kondisi angin, jenis kapal, serta pola penangkapan di masing-masing daerah.

Jika dapat diadopsi secara luas, inovasi ini berpotensi memberikan manfaat ganda bagi sektor perikanan tangkap. Di satu sisi, nelayan dapat memperoleh efisiensi penggunaan BBM dan meningkatkan produktivitas. Di sisi lain, penggunaan energi angin dapat membantu menekan emisi dan mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan.

Pengembangan kapal hybrid layar menjadi bukti bahwa riset dan inovasi nasional dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Perpaduan antara teknologi, pemanfaatan energi terbarukan, dan kearifan lokal diharapkan mampu menciptakan model perikanan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dengan dukungan riset yang berkelanjutan serta kolaborasi antara BRIN, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat nelayan, inovasi kapal hybrid layar diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat sektor perikanan Indonesia sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi biru yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kelestarian laut untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *