BSSN dan PLN Nusantara Power Perkuat Ketahanan Siber Nasional melalui Cybersecurity Synergy Hub 2026

0
IMG-20260718-WA0052(1)

JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama PT PLN Nusantara Power kembali memperkuat komitmen menjaga ketahanan siber nasional melalui penyelenggaraan Cybersecurity Synergy Hub 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mempererat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, khususnya pada sektor energi sebagai salah satu infrastruktur vital nasional.

Forum tersebut menjadi wadah berbagi informasi, peningkatan koordinasi, serta penguatan kemampuan dalam mendeteksi dan menangani insiden siber. Langkah ini dinilai penting mengingat transformasi digital yang terus berkembang juga meningkatkan potensi ancaman terhadap sistem ketenagalistrikan nasional.

Kolaborasi Strategis Lindungi Infrastruktur Vital

BSSN menegaskan bahwa tantangan keamanan siber tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan digital yang kuat dan berkelanjutan.

Sebagai subholding pembangkitan terbesar di Indonesia, PT PLN Nusantara Power mengelola kapasitas pembangkit listrik sekitar 18,3 gigawatt (GW) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Besarnya skala operasional tersebut menjadikan perlindungan terhadap sistem digital ketenagalistrikan sebagai prioritas nasional.

Kerja sama antara BSSN dan PLN telah terjalin dalam berbagai program transformasi digital, mulai dari tahap perencanaan, pembangunan sistem, hingga implementasi operasional. Kedua lembaga juga telah memperkuat sinergi melalui nota kesepahaman mengenai perlindungan informasi dan transaksi elektronik guna memastikan ekosistem digital PLN tetap aman dan andal.

BSSN Dorong Penguatan SDM dan Respons Insiden Siber

Kepala BSSN, Letjen TNI Hinsa Siburian, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan perlindungan terhadap Infrastruktur Informasi Vital (IIV) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022.

Menurutnya, digitalisasi yang semakin luas menjadikan sektor ketenagalistrikan tidak hanya berstatus objek vital nasional, tetapi juga bagian dari Infrastruktur Informasi Vital yang harus memperoleh perlindungan maksimal dari ancaman siber.

BSSN mengidentifikasi tiga bentuk ancaman utama di ruang siber, yakni pengendalian informasi (information control), spionase atau pencurian data, serta sabotase terhadap sistem digital. Ketiga ancaman tersebut memerlukan kesiapan teknologi, prosedur keamanan, dan sumber daya manusia yang kompeten.

Melalui Cybersecurity Synergy Hub 2026, BSSN juga membuka peluang peningkatan kapasitas SDM melalui dukungan pusat pengembangan kompetensi serta Politeknik Siber dan Sandi Negara guna memperkuat kemampuan personel PLN dalam menghadapi berbagai potensi serangan siber.

Ketahanan Siber Menjadi Pilar Ketahanan Nasional

Keamanan siber pada sektor energi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nasional. Gangguan terhadap sistem kelistrikan tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga kehidupan masyarakat secara luas.

Karena itu, Cybersecurity Synergy Hub 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pertukaran informasi ancaman, sekaligus membangun budaya keamanan siber yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui kolaborasi yang semakin erat antara BSSN dan PLN Nusantara Power, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan ruang siber yang lebih tangguh, aman, serta tepercaya dalam mendukung keberlanjutan transformasi digital dan ketahanan infrastruktur vital nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *