Ikan Tembakul Bisa Tenggelam Jika Terlalu Lama di Dalam Air, Ini Fakta Uniknya

0
IMG-20260715-WA0029

JAKARTA – Ikan umumnya bergantung pada air untuk bertahan hidup. Namun berbeda dengan ikan tembakul atau mudskipper. Spesies unik penghuni hutan bakau ini justru dapat mengalami kesulitan bahkan berisiko tenggelam apabila terlalu lama berada di dalam air. Keunikan tersebut menjadikan mudskipper sebagai salah satu contoh adaptasi evolusi paling menarik di dunia.

Mudskipper merupakan ikan amfibi yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di daratan berlumpur. Para peneliti mencatat spesies ini dapat menghabiskan hingga sekitar 90 persen waktunya di luar air, terutama saat air laut surut di kawasan hutan bakau.

Kemampuan tersebut didukung sistem pernapasan yang berbeda dengan kebanyakan ikan. Selain menggunakan insang, mudskipper juga mampu menyerap oksigen langsung dari udara melalui kulit dan lapisan rongga mulut yang selalu dijaga tetap lembap. Karena itulah ikan ini dapat bertahan berjam-jam di daratan tanpa harus kembali ke air.

Sebaliknya, apabila terlalu lama terendam, proses pertukaran oksigen melalui kulit menjadi terganggu sehingga kemampuan bernapasnya menurun. Kondisi inilah yang membuat mudskipper tidak dapat terus-menerus hidup sepenuhnya di dalam air seperti ikan pada umumnya.

Keunikan lainnya terdapat pada sirip dada yang telah berevolusi menjadi sangat kuat. Sirip tersebut berfungsi layaknya kaki sehingga memungkinkan mudskipper berjalan, melompat, bahkan memanjat akar-akar pohon bakau untuk mencari makan maupun menghindari predator.

Saat menjelajah daratan, mudskipper juga menyimpan cadangan air di dalam ruang insangnya. Air tersebut menjaga kelembapan insang sekaligus membantu proses pernapasan selama berada di luar air.

Di alam liar, mudskipper hidup di kawasan pesisir berlumpur dan hutan mangrove yang tersebar di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua. Keberadaannya menjadi indikator penting kesehatan ekosistem bakau karena spesies ini sangat bergantung pada habitat mangrove yang masih alami.

Meski memiliki bentuk tubuh yang unik dengan mata menonjol di bagian atas kepala, mudskipper merupakan predator yang aktif. Makanan utamanya berupa serangga kecil, cacing, udang, kepiting kecil, serta berbagai organisme yang hidup di kawasan lumpur bakau.

Para ahli mencatat terdapat sekitar 30 spesies mudskipper yang tersebar di wilayah tropis dan subtropis dunia. Setiap spesies memiliki ukuran, warna, serta pola perilaku yang berbeda sesuai habitatnya.

Selain menjadi objek penelitian ilmiah, ikan tembakul juga dimanfaatkan sebagian masyarakat pesisir sebagai sumber pangan. Di beberapa daerah Indonesia Timur, ikan ini diolah menjadi berbagai hidangan tradisional.

Keberadaan mudskipper menjadi bukti luar biasanya keanekaragaman hayati Indonesia. Adaptasi unik yang dimilikinya menunjukkan bagaimana proses evolusi memungkinkan makhluk hidup bertahan dalam lingkungan yang ekstrem.

Namun keberlangsungan hidup ikan tembakul kini menghadapi ancaman akibat berkurangnya kawasan hutan bakau karena alih fungsi lahan, pencemaran, dan pembangunan pesisir. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian spesies unik sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem pesisir Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *