Polda Jambi Deklarasi Perang terhadap Geng Motor, Kapolda: Bukan Kenakalan Remaja Biasa

0
IMG-20260709-WA0024

RIZKAN – Polda Jambi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penanggulangan Geng Motor di Aula Lantai III Gedung Siginjai, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menanggulangi aksi geng motor yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Kapolda menegaskan bahwa fenomena geng motor tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja biasa. Berbagai aksi seperti tawuran, penganiayaan, perusakan fasilitas umum, penyalahgunaan narkotika, kepemilikan senjata tajam, hingga aksi kriminal jalanan telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kita harus bergerak bersama melalui edukasi, pencegahan, pembinaan, rehabilitasi, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar generasi muda tidak terjerumus dalam tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegas Kapolda Jambi.

Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Rakor dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, pemerintah daerah, para bupati, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, PGRI Jambi, organisasi kepemudaan, komunitas otomotif, influencer, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.

Kejaksaan Tinggi Jambi menilai aksi geng motor kini telah bergeser menjadi kejahatan jalanan yang terorganisasi sehingga memerlukan penanganan tegas namun tetap memperhatikan aspek perlindungan anak bagi pelaku yang masih di bawah umur.

Sementara itu, Korem 042/Garuda Putih menekankan pentingnya pengawasan orang tua, edukasi penggunaan media sosial, penyediaan ruang kreativitas bagi remaja, serta penguatan program pembinaan lintas sektor.

Gubernur Dukung Pembinaan Generasi Muda

Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi langkah Polda Jambi dalam membangun kolaborasi untuk memberantas geng motor. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pendekatan preventif, edukatif, dan humanis demi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif kelompok tersebut.

Sebagai bagian dari upaya pembinaan, Al Haris menawarkan kesempatan bagi anggota geng motor untuk mengikuti program Sekolah Rakyat agar mendapatkan pembinaan karakter dan pendidikan yang lebih baik.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa sekitar 24,5 persen remaja di Provinsi Jambi mengalami kekurangan figur orang tua, yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya keterlibatan remaja dalam kelompok geng motor.

Deklarasi Bersama Berantas Geng Motor

Sebagai puncak kegiatan, seluruh peserta rakor menandatangani Deklarasi Pemberantasan Geng Motor di Provinsi Jambi sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan daerah.

Berdasarkan data Polda Jambi, selama Januari hingga Juni 2026 tercatat 11 kasus yang melibatkan geng motor dengan satu korban meninggal dunia dan tiga korban luka ringan. Selain itu, di Kota Jambi teridentifikasi sebanyak 116 kelompok geng motor yang tersebar di 17 lokasi.

Melalui deklarasi tersebut, Polda Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat berkomitmen memperkuat pencegahan, pembinaan, dan penegakan hukum guna menciptakan Jambi yang aman, tertib, serta bebas dari aksi geng motor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *