Kisah Inspiratif Mbah Moen, Wisuda di Usia 84 Tahun Setelah 13 Tahun Berjuang Menempuh Kuliah
JAKARTA – Semangat belajar tidak mengenal usia. Kisah Wagimoen atau yang akrab disapa Mbah Moen menjadi inspirasi bagi banyak orang setelah berhasil meraih gelar Sarjana Administrasi Negara dari Universitas Terbuka (UT) pada usia 84 tahun.
Keberhasilan tersebut diraih setelah menjalani perjuangan panjang selama 13 tahun. Mbah Moen memulai perkuliahannya pada 2010 saat berusia 71 tahun dan akhirnya diwisuda pada 2023 setelah menempuh 26 semester.
Perjalanan akademiknya menjadi bukti bahwa tekad dan ketekunan mampu mengalahkan berbagai keterbatasan usia maupun kondisi fisik.
Perjuangan Panjang Melawan Berbagai Keterbatasan
Mbah Moen merupakan pensiunan staf Angkatan Darat yang sempat bekerja sebagai sopir angkutan kota untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai pendidikannya setelah sang istri meninggal dunia.
Selama menjalani perkuliahan, ia menghadapi berbagai tantangan. Pendengarannya mulai menurun sehingga harus menggunakan alat bantu dengar. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk mengikuti perkuliahan maupun ujian.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Mbah Moen juga harus beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer. Dengan pendampingan dari petugas di posko ujian, ia tetap mengerjakan seluruh soal secara mandiri dan menjunjung tinggi kejujuran.
Menjadi Wisudawan Tertua Universitas Terbuka
Atas pencapaiannya tersebut, Mbah Moen tercatat sebagai wisudawan tertua sepanjang sejarah Universitas Terbuka.
Prestasi itu menjadi simbol bahwa pendidikan merupakan hak setiap orang tanpa memandang usia. Selama memiliki kemauan untuk belajar, kesempatan meraih ilmu pengetahuan akan selalu terbuka.
Perjalanan hidup Mbah Moen juga menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama menempuh pendidikan.
Bukti Belajar Tidak Mengenal Batas Usia
Kisah Mbah Moen menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus mengembangkan diri. Dengan ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah, ia berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi yang selama ini menjadi impiannya.
Perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mencapai tujuan, melainkan oleh kesungguhan dalam terus melangkah meski menghadapi berbagai tantangan.
Semangat Mbah Moen diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus belajar sepanjang hayat, meningkatkan kualitas diri, dan tidak pernah berhenti mengejar cita-cita.
