Iran dan Oman Gelar Pertemuan Perdana Komite Bersama Hormuz, Bahas Pengelolaan Selat Strategis

0
IMG-20260707-WA0017

RIZKAN – Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana Komite Bersama Hormuz di Muscat, Oman, pada Senin (29/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah diplomatik baru kedua negara dalam membahas pengelolaan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran dan distribusi energi paling strategis di dunia.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara untuk memperkuat dialog mengenai tata kelola pelayaran dan layanan maritim di Selat Hormuz. Selain Iran dan Oman, inisiatif tersebut juga membuka ruang pembahasan bersama negara-negara pesisir Teluk lainnya mengenai pengelolaan jalur pelayaran internasional.

Delegasi Oman dipimpin Duta Besar Keliling Kementerian Luar Negeri Sheikh Abdulaziz bin Abdullah Al Hinai, sementara delegasi Iran dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi.

Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi membahas berbagai aspek teknis terkait koordinasi pengelolaan Selat Hormuz dengan mengedepankan prinsip kedaulatan negara pantai serta kepatuhan terhadap hukum internasional yang mengatur pelayaran internasional.

Kazem Gharibabadi menyampaikan bahwa kedua negara telah mencapai sejumlah kesepahaman awal dan sepakat membentuk komite teknis bersama sebagai tindak lanjut pembahasan yang lebih rinci mengenai mekanisme kerja sama di kawasan tersebut.

Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Teluk yang dalam beberapa waktu terakhir sempat memengaruhi aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Iran menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diminta tetap mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Di saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan perairan.

Di sisi lain, Pemerintah Oman pada 23 Juni 2026 mengumumkan pembukaan koridor maritim sementara bagi seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran navigasi internasional sesuai ketentuan hukum laut internasional dan koordinasi bersama Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Langkah diplomatik Iran dan Oman berlangsung setelah adanya berbagai upaya internasional untuk menjaga stabilitas kawasan pasca tercapainya Kesepakatan Islamabad yang mendorong deeskalasi ketegangan dan peningkatan kerja sama regional.

Pengamat menilai pembentukan Komite Bersama Hormuz dapat menjadi forum penting dalam membangun komunikasi yang lebih intensif antara negara-negara kawasan guna menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional.

Meski demikian, sejumlah isu strategis, termasuk mekanisme pengelolaan jalur pelayaran, koordinasi keamanan, serta perbedaan pandangan mengenai tata kelola Selat Hormuz diperkirakan masih akan menjadi pembahasan lanjutan dalam pertemuan-pertemuan teknis berikutnya.

Selat Hormuz memiliki peran vital bagi perdagangan global karena menjadi salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia. Oleh sebab itu, setiap perkembangan di kawasan tersebut terus menjadi perhatian masyarakat internasional mengingat dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *