Menteri Investasi Rosan Roeslani Dampingi Presiden Prabowo di Puncak Harkopnas ke-79, Perkuat Peran Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

0
IMG-20260714-WA0053

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, peringatan Harkopnas ke-79 menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia.

Kehadiran Rosan Roeslani mencerminkan sinergi antara kebijakan investasi nasional dengan penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Pemerintah menargetkan sebanyak 40.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah beroperasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hingga pertengahan Juli 2026, tercatat sekitar 83.000 koperasi telah memiliki badan hukum. Dari jumlah tersebut, sekitar 35.000 koperasi telah menyelesaikan atau sedang membangun infrastruktur pendukung operasional yang ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa sebanyak 15.845 koperasi telah menyelesaikan pembangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya. Sementara itu, sekitar 19.539 koperasi lainnya masih berada dalam tahap pembangunan sebagai bagian dari percepatan implementasi program nasional tersebut.

President Director Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pembiayaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sepenuhnya berasal dari pemerintah. Danantara berperan membantu pelaksanaan program melalui koordinasi dan penguatan ekosistem ekonomi desa, bukan sebagai sumber pendanaan.

Menurut Dony Oskaria, program KDKMP dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat distribusi pupuk bersubsidi, meningkatkan penyerapan hasil pertanian, memperluas akses pembiayaan, serta menciptakan rantai pasok yang lebih efisien bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar seluruh penyaluran barang subsidi pemerintah dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga distribusi menjadi lebih tepat sasaran, transparan, dan mampu meminimalkan potensi penyimpangan.

Presiden juga memproyeksikan bahwa operasional KDKMP dapat menciptakan perputaran ekonomi hingga Rp223 triliun di wilayah pedesaan serta meningkatkan pendapatan produsen, mulai dari petani, peternak, hingga nelayan, dengan nilai mencapai sekitar Rp222 triliun.

Melalui sinergi antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koperasi, Danantara Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, pemerintah optimistis Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *