Bukan Sekadar Massa Otot Menurun, Myosteatosis Jadi Ancaman Tersembunyi Seiring Bertambahnya Usia

0
1783848763086-1

RIZKAN – Penurunan kekuatan otot saat bertambahnya usia tidak selalu disebabkan oleh berkurangnya massa otot. Para ahli juga menyoroti kondisi yang dikenal sebagai myosteatosis, yaitu penumpukan lemak di dalam jaringan otot yang dapat menurunkan kualitas dan fungsi otot secara bertahap.

Pada otot yang sehat, serat otot tampak padat dan kuat. Sebaliknya, pada myosteatosis, lemak mulai menyusup di antara serat otot sehingga jaringan otot terlihat menyerupai pola “marbling” pada daging sapi. Kondisi ini dapat terjadi secara perlahan dan sering kali tidak disadari karena penampilan tubuh seseorang maupun berat badannya bisa tetap terlihat normal.

Menurut National Institute on Aging (NIA), perubahan komposisi otot seiring bertambahnya usia dapat memengaruhi kekuatan fisik, keseimbangan, serta kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari. Penumpukan lemak di dalam otot juga dikaitkan dengan penurunan fungsi metabolisme dan meningkatnya risiko berbagai masalah kesehatan pada lansia.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa myosteatosis dapat meningkatkan risiko kelemahan otot, menurunkan sensitivitas insulin, memperburuk metabolisme tubuh, serta meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang. Kondisi tersebut juga berhubungan dengan penurunan fungsi tubuh yang lebih cepat pada usia lanjut.

Berbeda dengan penumpukan lemak di bawah kulit, myosteatosis tidak dapat dideteksi hanya melalui timbangan berat badan. Seseorang dapat memiliki berat badan yang ideal, namun kualitas ototnya telah mengalami penurunan akibat infiltrasi lemak di dalam jaringan otot.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kondisi ini bukan sesuatu yang tidak dapat dicegah. Gaya hidup aktif menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas otot seiring bertambahnya usia.

Latihan kekuatan atau latihan beban sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu terbukti membantu mempertahankan massa dan kualitas otot. Selain itu, konsumsi protein yang cukup, rutin berjalan kaki atau melakukan aktivitas fisik setiap hari, menjaga berat badan ideal, serta memperoleh tidur yang berkualitas juga berperan penting dalam menjaga kesehatan otot.

Para ahli mengingatkan bahwa suplemen saja tidak cukup untuk mengatasi myosteatosis. Otot yang kuat dibangun melalui aktivitas fisik yang teratur dan konsisten, dipadukan dengan pola makan bergizi seimbang serta gaya hidup sehat.

Dengan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kualitas otot, masyarakat diharapkan tidak hanya berfokus pada angka di timbangan, tetapi juga menjaga kekuatan dan fungsi otot sebagai investasi kesehatan jangka panjang hingga usia lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *