Trump Kembali Ancam Mundur dari NATO Jelang KTT Ankara, Soroti Beban Pertahanan Sekutu Eropa
RIZKAN – Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung di Ankara, Turki, pada 7–8 Juli 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap aliansi pertahanan Atlantik Utara. Trump menilai negara-negara sekutu di Eropa belum memberikan kontribusi yang seimbang terhadap pembiayaan pertahanan bersama dan kembali mengangkat kemungkinan Amerika Serikat mengurangi keterlibatannya dalam NATO.
Dalam berbagai pernyataannya, Trump juga menggunakan istilah “paper tiger” atau “harimau kertas” ketika mengkritik efektivitas aliansi tersebut. Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota NATO harus meningkatkan belanja pertahanan sesuai komitmen yang telah disepakati agar beban keamanan tidak hanya ditanggung oleh Amerika Serikat.
Isu tersebut menjadi salah satu pembahasan penting menjelang KTT Ankara yang mempertemukan para pemimpin negara anggota NATO untuk membahas tantangan keamanan global, hubungan transatlantik, serta strategi menghadapi berbagai ancaman geopolitik.
Sejumlah sumber diplomatik menyebut Amerika Serikat ingin mendorong sekutu Eropa mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan kawasan. Selain itu, muncul pembahasan mengenai kemungkinan pengalihan sebagian fokus strategis Amerika Serikat ke kawasan Indo-Pasifik sebagai respons terhadap perkembangan situasi global.
Di sisi lain, sejumlah negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan anggaran pertahanan serta memperkuat kerja sama militer regional. Langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan kawasan sekaligus meningkatkan kemandirian strategis Eropa.
Meski diwarnai berbagai perbedaan pandangan, para pemimpin NATO diperkirakan tetap akan mengadopsi deklarasi bersama yang menegaskan kembali komitmen terhadap Pasal 5 Traktat NATO, yakni prinsip bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.
Selain isu pembiayaan pertahanan, KTT Ankara juga membahas dukungan berkelanjutan kepada Ukraina, penguatan kemampuan militer NATO, serta peningkatan koordinasi menghadapi tantangan keamanan di kawasan Eropa dan wilayah sekitarnya.
Para pengamat menilai hasil KTT Ankara akan menjadi indikator penting bagi masa depan hubungan transatlantik. Keputusan yang diambil dalam forum tersebut diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan pertahanan NATO, pembagian tanggung jawab di antara negara anggota, serta posisi Amerika Serikat dalam arsitektur keamanan global pada tahun-tahun mendatang.
