Tiga Polisi Gugur di Hutan Katingan, Kapolri Perintahkan Tindakan Tegas Terukur terhadap Bandar Narkoba

0
IMG-20260706-WA0037

RIZKAN – Tiga personel kepolisian gugur saat menjalankan operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Insiden tragis tersebut terjadi ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penangkapan terhadap seorang terduga bandar narkotika berinisial BIO pada Rabu malam (1/7/2026).

Operasi tersebut melibatkan 12 personel yang dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak menuju lokasi target untuk melakukan penangkapan, sementara tim kedua disiagakan sebagai unsur pendukung. Penangkapan terhadap terduga pelaku sempat berjalan sesuai rencana, namun situasi berubah ketika sejumlah orang diduga merupakan keluarga tersangka dan warga sekitar melakukan perlawanan.

Menurut informasi kepolisian, aparat mendapat serangan menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan. Dalam situasi yang tidak seimbang, sejumlah personel berupaya menyelamatkan diri dengan berpencar ke kawasan hutan maupun menuju aliran Sungai Katingan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, dua personel lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang sehingga dilakukan operasi pencarian oleh tim gabungan.

Bripda Nopandri Ramadhana kemudian ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan. Sehari berselang, Minggu (5/7/2026), Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di wilayah Sungai Desa Rantau Asem dan dinyatakan gugur. Dengan demikian, jumlah personel yang gugur dalam peristiwa tersebut menjadi tiga orang.

Menanggapi tragedi tersebut, menyampaikan penghormatan kepada para anggota yang gugur dalam menjalankan tugas. Kapolri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanannya.

Kapolri menegaskan seluruh jajaran kepolisian agar tetap menjalankan pemberantasan narkotika secara profesional serta mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap bandar narkoba yang melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat. Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika merupakan bagian penting dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memberikan dukungan penuh kepada jajaran Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan. Tim gabungan yang melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, serta masyarakat terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan yang diduga masih melarikan diri.

Di sisi lain, proses autopsi terhadap ketiga anggota polisi yang gugur dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya guna memastikan penyebab kematian secara medis. Kepolisian menegaskan proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh pelaku yang terlibat berhasil ditangkap dan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *